Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Februari 2019 | 04.10 WIB

Harga Bayam Anjlok, Petani di Batam Buang Hasil Panen

Ilustrasi petani bayam - Image

Ilustrasi petani bayam

Jawapos.com - Harga jual komoditas sayur Bayam di Batam mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Jika sebelumnya berada di angka sekitar Rp 12 ribu perkilogram, kali ini di sejumlah pasar harganya hanya berkisar Rp 4 ribu.


Anjloknya harga bayam ini, membuat para petani berang. Petani di kawasan Kelurahan Tembesi, Batam bahkan memilih membuang hasil panen mereka daripada menjualnya dengan harga yang sangat murah. Dimana mereka menjual hasil panennya dikisaran harga Rp 1.500 perkilogramnya.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis menjelaskan, pihaknya sudah mendapat informasi perihal anjloknya harga Bayam. Menurutnya, berdasarkan informasi dari DKPP yang sudah melakukan pemantauan langsung, kesalahan pola tanam menjadi sebab utama.


"Bayam yang ditanam secara serentak membuat jumlahnya di pasaran menjadi menumpuk dan terjadi penurunan harga. Padahal, sebelumnya komoditas ini menjadi langganan penyumbang inflasi. Karena ketersediaannya yang terbilang langka," jelas Mardanis Senin (25/2).


Kondisi yang ada sekarang, lanjut Mardanis, semua daerah menyuplai Bayam ke pasar-pasar. Bahkan petani yang berada di luar Batam juga ikut menanam Bayam. Akhirnya, memang penurunan harga tidak terelakkan.


"Karena menanamnya serentak, semua menanam bayam. Jadi jumlahnya berlebih," imbuh Mardanis.


Untuk mengatasinya, Mardanis menjelaskan, jika DKPP telah menyarankan agar para petani mau bergabung dalam koperasi. Dengan begitu, ada koordinasi perihal komoditas sayur yang akan ditanam.
Sehingga, petani bisa mengambil peran dalam menjaga stabilitas harga di pasar dengan ketersediaan produk pangan yang sesuai kebutuhan.


Lebih jauh, Mardanis menjelaskan, kondisi ini dinilai tidak berlangsung lama. Karena memang, komoditas sayur ini bersifat tidak tahan lama. Sehingga perputarannya cepat. Untuk menghindari kejadian serupa terjadi, Mardanis menekankan agar para petani mau bergabung dengan koperasi.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore