
Politikus Golkar, Boyke Febrian menyebut kampanye kreatif akan melahirkan pemilih cerdas.
JawaPos.com - Pemilu 2019 menjadi penentu siapa saja yang layak mendapatkan kursi di pemerintahan. Para calon wakil rakyat berlomba-lomba meyakinkan masyarakat untuk memilihnya.
Mereka menggunakan berbagai cara guna meraih simpati pemilih. Politikus Golkar, Boyke Febrian memilih menggunakan kampanye kreatif.
Menurutnya, kampanye kreatif adalah kampanye yang baik. Namun bukan berarti kampanye yang bagus dilihat atau unik, karena di dalamnya bukan sekedar menyampaikan janji atau visi misi saja.
"Terdapat sebuah manfaat yang bisa dibagikan sehingga masyarakat bisa mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan yang bertambahan di kemudian hari," kata Boyke sebagaimana dilansir RMOL Jabar (Jawa Pos Grup), Rabu (30/1).
Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan beraneka ragam janji. Tapi babagaimana mensejahterakan masyarakat dengan sebuah gagasan baru.
"Ada banyak cara yang bisa kita berikan kepada masyarakat agar bisa lebih kreatif dalam visi misi caleg-caleg berkampanye sesuai dengan background profesi yang dimiliki," jelas Boyke.
Dia lantas mencontohkan latarnya yang notabene seorang pengusaha. Dia mengarahkan sebuah kampanye kreatif agar masyarakat terutama ibu-ibu, untuk memiliki usaha guna menyambung kebutuhan hidup dengan berjualan donat.
"Karena saya berkecimpung dalam usaha tersebut, sehingga kedepannya masyarakat bisa memiliki usaha berjualan sendiri," paparnya.
Untuk mencerdaskan masyarakat, kata dia, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Setiap kampanye yang dilakukanya, dirinya selalu menyematkan unsur edukasi.
Baginya menyejahterakan masyarakat dengan ide baru dalam masa kampanye, lebih baik dibandingkan hanya sekedar memberikan uang atau menawarkan janji-janji untuk mensejahterakan masyarakat saja.
"Menurut saya, kampanye kreatif adalah inovasi, saya membiayainya dengan prinsip hanya memberi tak harap kembali. Sehingga memaknai tersebut dengan niat wakaf saja," jelas dia.
"Lalu dengan kampanye ini sangat jauh dari potensi korupsi dikemudian hari, yang ada malah sebuah pengabdian untuk mencerdaskan bangsa," pungkas Boyke.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
