
MENYERAHKAN DIRI: Direktur Ditreskrimum Polda DIJ, Kombes Pol Hadi Utomo (kanan) memastikan sudah mengendus pelaku pelemparan batu pendukung PSS Sleman.
JawaPos.com - Kasus tewasnya suporter sepak bola pada Sabtu (19/1) di Jalan Solo Km 12,5, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menjadi perhatian Polda DIJ. Petugas meminta pelaku untuk segera menyerahkan diri, sebelum ditangkap.
"Pelaku sudah terendus. Kami akan lakukan tindakan tegas, terukur. Secepatnya agar menyerahkan diri, tidak usah sembunyi," kata Direktur Ditreskrimum Polda DIJ, Kombes Pol Hadi Utomo, di Mapolda DIJ, Senin (21/1).
Pihaknya cukup menyesalkan adanya peristiwa ini. Padahal petugas sudah melakukan pengamanan secara maksimal. Baik itu sebelum, saat pertandingan, maupun sesudahnya. "Tapi masih ada orang yang melakukan penganiayaan. Ini perkara menonjol bagi kami," katanya.
Ia mengatakan, sudah melakukan pengecekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk pengumpulan barang bukti. Sekaligus memeriksa saksi yang ada di tempat kejadian. "Jadi ada rombongan lain dari arah timur melempar batu mengenai korban," ucapnya.
Lanjutnya, korban juga bukan merupakan kelompok suporter dari PSS Sleman. Melainkan hanya seorang pendukung PSS saja, karena kecintaannya kepada tim tersebut. "Korban ini penggemar sepak bola dari Klaten, bukan fanatisme Sleman. Hanya suka (PSS) Sleman saja," tuturnya.
Sebelumnya diketahui, Muhammad Asadulloh Alkhoiri, 20, warga Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten yang merupakan pendukung PSS tewas usai dilempari batu rombongan tak dikenal dari arah berlawanan. Ia saat itu dalam perjalanan pulang ke Klaten, selepas melihat pertandingan antara PSS melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo Sleman.
Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah, menambahkan, dalam pengamanan pihaknya pun juga melakukan pengawalan suporter dari Persis sampai ke perbatasan DIJ-Jawa Tengah. "Kami juga kawal saat pulang," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
