Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Januari 2019 | 17.02 WIB

Jelang Imlek, Nelayan di Batam Berburu Ikan Dingkis

Ikan Dingkis atau Baronang. - Image

Ikan Dingkis atau Baronang.

JawaPos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 tinggal beberapa hari. Masyarakat pesisir Batam lebih mengenalnya dengan Hari Raya Cina. Imlek bukan hanya momen spesial bagi masyarakat Tionghoa. Namun juga mendatangkan berkah bagi para nelayan di pesisir Batam.


Saat ini nelayan di kampung-kampung pesisir Batam tengah disibukan dengan persiapan menangkap ikan Dingkis. Jelang perayaan Imlek bertepatan dengan waktu bertelurnya ikan Dingkis.


Di Kepulauan Riau (Kepri), ikan Dingkis kerap dimanfaatkan masyarakat Tionghoa sebagai salah satu jenis keperluan sembahyang. Dalam momen imlek, ikan Dingkis bisa mencapai harga cukup tinggi. Yakni kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, bergantung pada ukurannya.


Harga ikan berwarna abu-abu itu bisa juga lebih rendah jika jumlah tangkapan nelayan melimpah. Di sebagain wilayah Indonesia, ikan Dingkis dikenal dengan sebutan Baronang.


Imlek merupakan momen panen terbesar bagi nelayan di sekitar Batam. Dengan harga yang tinggi dan jumlah ikan yang banyak, para nelayan akan sangat diuntungkan dengan hadirnya ikan Dingkis. “Semoga tahun ini banyak yang dapat, tahun lalu tidak terlalu banyak,” kata Salah satu nelayan asal Kampung Monggak, Kupang, 49, Senin (21/1).


Meski perairan Kepri masih dilanda angin kencang, hal tersebut tidak menjadi halangan nelayan untuk menangkap ikan yang diklaim membawa keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa itu. Nelayan setiap harinya tetap turun melaut meskipun pendapatannya sangat terbatas.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore