
Suasana blokade Jalan Jenderal Sudirman Palembang
JawaPos.com - Kekesalan pengusaha di sepanjang kawasan Jalan Jenderal Sudirman berujung pada pemblokadean jalan utama di kawasan tersebut, Rabu (9/1). Hal ini sempat menyebabkan kemacetan panjang karena kendaraan tidak dapat melintas di kawasan tersebut.
Namun, kini kondisi jalan telah kembali lancar dan pemblokadean yang dilakukan pengusaha pun telah dibuka. Terlihat, kawasan tersebut pun lengang terutama yang menuju ke Jembatan Ampera. Beberapa kendaraan baik roda empat maupun roda dua terlihat bebas melintas tanpa adanya kemacetan. Selain itu, aktivitas pertokoan di kawasan tersebut juga berjalan seperti biasanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Kurniawan mengatakan jika pemblokadean tersebut hanya dilakukan selama 10 menit oleh pengusaha. Hal ini dikarenakan bantuan dari pihak kepolisian dan TNI sehingga aksi tersebut pun digagalkan.
"Jadi blokade ini tak lama, hanya sebenar untuk menghalangi petugas mengangkut kendaraan disana," katanya saat ditemui, Rabu (9/1).
Ia mengaku, kejadian ini sebenarnya bermula saat petugas Dishub melakukan penertiban parkir liar di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian, pihaknya melihat banyak mobil dan motor terparkir.
Pihaknya pun langsung mengingatkan para sopir untuk memindahkannya. Lantaran, larangan parkir di bahu jalan. Beberapa kendaraan pun berhasil dipindahkan oleh pemiliknya. "Nah, kami melihat ada tiga motor yang masih terparkir di trotoar tanpa ada pemiliknya," jelasnya.
Kemudian, petugas pun berusaha untuk mengangkut motor tersebut. Namun, salah satu anak dari pemilik toko keluar dan langsung marah.
Mereka beralasan jika parkir tersebut tidak melanggar karena terparkir di lorong. Padahal, petugas menyaksikan betul terparkir di trotoar.
Saat akan diangkut anak dari pemilik toko itu pun langsung berusaha menarik motor agar motor tersebut terjatuh. Hingga akhirnya terjadi blokade jalan.
"Motor itu sebenarnya bukan milik salah satu pengusaha. Jadi, pemilik toko itu hanya memprovokasi saja," ujarnya.
Suasana pun menjadi tegang, terjadi aksi saling dorong pengusaha dengan petugas Dishub. Hingga, akhirnya datang pihak kepolisian dan TNI.
Kemudian, dilakukan langkah persuasif dan pihaknya pun mengembalikan motor tersebut ke pemiliknya. "Semua ini sudah sesuai dengan aturan jadi tidak melanggar," terangnya.
Aksi blokade tersebut pun akhirnya berhasil diredam oleh pihak kepolisian dan TNI. Kemacetan di kawasan tersebut juga berhasil ditangani dan kembali berjalan lancar.
"Kami tidak mau masalah ini membesar jadi kami melakukan langkah persuasif dan mengembalikan motornya," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
