Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 November 2018 | 18.50 WIB

Kisah Tragis Dufi, Mayat Dalam Drum Hingga Rumah Pelaku Penuh Darah

Bercak darah bertuliskan - Image

Bercak darah bertuliskan

JawaPos.com - Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi ditemukan tewas di dalam drum biru di Kawasan Industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor pada Minggu (18/11) lalu. Dufi sebelumnya pernah bekerja sebagai jurnalis di Rakyat Merdeka, Jawa Pos Group tewas secara tak wajar lantaran dibunuh.


Sebelum dibunuh Dufi sempat memberi kabar posisi terakhir melalui WhatsApp (WA) kepada istrinya. Dia mengabarkan berada di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan.


Dufi juga memberitahu parkir mobil Kijang Innova putih di sana. Itulah posisi terakhir Dufi yang diketahui istrinya via WA, sebab usai itu WA milik korban sudah tak aktif lagi.


Kabar terakhir itu diterima keluarga korban sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (16/11). Berselang satu jam kemudian atau sekitar pukul 10.00 WIB, HP miliknya sudah tak aktif lagi.


Berselang dua hari kemudian atau Minggu (18/11), korban Dufi sudah ditemukan berada di dalam drum atau tong sampah biru di kawasan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.


Berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun terkait dengan kisah tragis Dufi


1. Dufi ditemukan tewas di dalam drum oleh seorang pemulung


Warga Kawasan Industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dikejutkan dengan sesosok mayat tanpa identitas. Mayat diduga laki-laki itu tersimpan dalam drum plastik berwarna biru.


Kapolres Bogor A.M Dicky Pastika mengatakan, penemuan mayat itu terjadi pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB. "Mayat tersebut ditemukan oleh pemulung wanita berinisial SA,56," ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (18/11).


Kejadian ini bermula ketika SA mendekati drum plastik berwarna biru yang tertutup rapat dan terikat oleh lakban hitam di daerah tersebut. Dia mengira bahwa tong plastik tersebut berisikan sampah.


2. Dua orang tersangka telah ditangkap


Kasus pembunuhan Dufi terungkap dari hasil penyelidikan Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Bogor. Saat ditangkap, tersangka Nurhadi diketahui menggunakan HP korban di dekat cucian motor Omen. Tepatnya di belakang Kelurahan Bantar Gebang Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi sekitar pukul 14.30 WIB.


"Kasus tersebut berhasil diungkap Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Handik Zusein, AKP Resa F. Marasabessy dan AKP Rovan R. Mahenu. Dari tangan pelaku, didapati HP milik korban," ujar Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (20/11).


Selain Nurhadi, ada seorang perempuan yang juga ditangkap. Keduanya telah diserahkan ke Polda Jawa Barat untuk proses selanjutnya. Keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri).


3. Bercak darah tersisa di lokasi pembunuhan Dufi

Editor: Erna Martiyanti
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore