
Bercak darah bertuliskan
JawaPos.com - Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi ditemukan tewas di dalam drum biru di Kawasan Industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor pada Minggu (18/11) lalu. Dufi sebelumnya pernah bekerja sebagai jurnalis di Rakyat Merdeka, Jawa Pos Group tewas secara tak wajar lantaran dibunuh.
Sebelum dibunuh Dufi sempat memberi kabar posisi terakhir melalui WhatsApp (WA) kepada istrinya. Dia mengabarkan berada di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan.
Dufi juga memberitahu parkir mobil Kijang Innova putih di sana. Itulah posisi terakhir Dufi yang diketahui istrinya via WA, sebab usai itu WA milik korban sudah tak aktif lagi.
Kabar terakhir itu diterima keluarga korban sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (16/11). Berselang satu jam kemudian atau sekitar pukul 10.00 WIB, HP miliknya sudah tak aktif lagi.
Berselang dua hari kemudian atau Minggu (18/11), korban Dufi sudah ditemukan berada di dalam drum atau tong sampah biru di kawasan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun terkait dengan kisah tragis Dufi
1. Dufi ditemukan tewas di dalam drum oleh seorang pemulung
Warga Kawasan Industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dikejutkan dengan sesosok mayat tanpa identitas. Mayat diduga laki-laki itu tersimpan dalam drum plastik berwarna biru.
Kapolres Bogor A.M Dicky Pastika mengatakan, penemuan mayat itu terjadi pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB. "Mayat tersebut ditemukan oleh pemulung wanita berinisial SA,56," ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (18/11).
Kejadian ini bermula ketika SA mendekati drum plastik berwarna biru yang tertutup rapat dan terikat oleh lakban hitam di daerah tersebut. Dia mengira bahwa tong plastik tersebut berisikan sampah.
2. Dua orang tersangka telah ditangkap
Kasus pembunuhan Dufi terungkap dari hasil penyelidikan Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Bogor. Saat ditangkap, tersangka Nurhadi diketahui menggunakan HP korban di dekat cucian motor Omen. Tepatnya di belakang Kelurahan Bantar Gebang Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi sekitar pukul 14.30 WIB.
"Kasus tersebut berhasil diungkap Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Handik Zusein, AKP Resa F. Marasabessy dan AKP Rovan R. Mahenu. Dari tangan pelaku, didapati HP milik korban," ujar Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (20/11).
Selain Nurhadi, ada seorang perempuan yang juga ditangkap. Keduanya telah diserahkan ke Polda Jawa Barat untuk proses selanjutnya. Keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri).
3. Bercak darah tersisa di lokasi pembunuhan Dufi

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
