
Terjebaknya harimau Sumatera di kolong ruko warga di kawasan pasar Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, pekan lalu, menjadi perbincangan hangat khalayak ramai.
JawaPos.com - Terjebaknya harimau Sumatera di kolong ruko warga di kawasan pasar Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, pekan lalu, menjadi perbincangan hangat khalayak ramai. Sebab, peristiwa ini sangat jarang terjadi dimana-mana.
Untuk mengevakuasi harimau yang diberi nama Atan Bintang tersebut, dari kolong ruko warga, petugas membutuhkan waktu 4 hari. Selama itu, lokasi terjebaknya harimau ini menjadi ramai dikunjungi warga yang penasaran dengan sosok si raja rimba. Hingga petugas terpaksa mengevakuasi, Sabtu (17/11) dini hari, untuk menghindari keramaian.
Berikut beberapa fakta yang dirangkum JawaPos.com mulai dari kemunculan Atan Bintang hingga dievakuasinya dia ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD), Sumatera Barat (Sumbar).
1. Kemunculan harimau Sumatera sudah terdeteksi sejak September 2018.
Kemunculan harimau Sumatera sudah terdeteksi sejak Minggu (17/9) lalu. Saat itu, pada tubuh hewan ternak milik Suib Ishak terdapat luka cakar dan gigitan. Ketika ditelusuri disekitar kandang, ditemukan jejak kaki di 2 desa, yaitu Parit Bengkok, Desa Pulau Burung dan Sei Nipah, Desa Teluk Nibung.
2. Sempat Viral Di Media Sosial
Kemunculan diduga harimau itupun viral di media sosial. Setelah itu, aparat pemerintah setempat, polisi maupun BBKSDA Riau mendatangi 2 desa tersebut, Rabu (19/9). Tujuannya untuk melakukan pengecekan jejak tapak harimau tersebut.
3. Total 7 Ternak Yang Sudah Diterkam Harimau
Kabid I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan observasi. Dari hasil pengamatan sementara, si belang itu diperkirakan berusia remaja. Itu dilihat dari ukuran jejaknya yang ditemukan di perkebunan dekat pemukiman warga.
"Dia memang sempat menyerang enam ternak warga. Tiga di antaranya sapi, sisanya adalah kambing. Tapi ternak itu tak sampai mati hanya mengalami luka serius di pundaknya," kata Hutomo, Jumat (21/9).
Terakhir, harimau itu kembali mengganas dengan menyerang seekor hewan ternak lainnya milik Sirajudin, Kamis (25/10).
4. BBKSDA Riau Pasang 2 Kamera CCTV Dan 2 Perangkap Besi
Setelah itu, Jumat (28/9), tim BBKSDA memasang CCTV di area ditemukannya tapak kaki harimau tersebut. Tapi, 5 hari setelah kamera itu dipasang, tidak terlihat adanya kemunculan harimau.
Meski begitu, tim kembali turun ke lokasi untuk menyiapkan perangkap. "Persiapan kandang perangkap terkendala karena aksesibilitas jalur darat dan air. Di jalur air tidak bisa membawa kandang dengan cepat makanya kandang disiapkan di lokasi," sebut Hutomo.
Perangkap dipasang Selasa (30/10). Bersama dengan Polsek Pulau Burung, TNI, aparat pemerintah dan warga setempat, tim BBKSDA Riau memasang perangkap yang di dalamnya disiapkan kambing jantan, di Sei Nipah dan Parit Bengkok. Tetapi, beberapa hari dipasang perangkap itu tak kunjung dihampiri Si Belang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
