
ILUSTRASI: Cincin kawin.
JawaPos.com - Bukti pasangan sah tak lagi sekadar buku nikah. Pasangan suami-istri (pasutri) juga bakal dibekali dengan Kartu Nikah. Rencananya, pemerintah mulai menerapkan Kartu Nikah pada Desember mendatang. Surabaya menjadi pilot project penerapan program tersebut.
Mekanismenya sama seperti pencatatan pernikahan pada umumnya. Pasutri baru yang mencatatkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) akan mendapat buku nikah dan kartu nikah.
Sebagai catatan, pemerintah memberikan Kartu Nikah hanya untuk pasutri muslim. Kartu Nikah juga hanya diberikan untuk pasangan yang menikah secara resmi, bukan siri.
"Bukan diganti (buku nikah jadi kartu nikah). Tapi memang produk tambahan. Jadi nanti kalau berlaku efektif, ya daftar sesuai aturan yang berlaku selama ini," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Surabaya Husnul Maram kepada JawaPos.com.
Husnul menekankan, Kartu Nikah khusus diberikan kepada pasutri yang menikah setelah program diterapkan. Bagi pasutri yang menikah sebelum pemberlakuan program, tidak perlu punya Kartu Nikah. "Yang sudah menikah sebelum adanya aturan Kartu Nikah, cukup buku nikah saja. Jadi nggak wajib. Kecuali memang ada regulasi baru," jelas Husnul.
Kartu Nikah memiliki fungsi. Yakni, memudahkan saat mengurus administrasi di beberapa tempat atau layanan publik. Misalnya, pasutri akan terbantu jika suatu saat menginap di hotel dengan aturan tertentu. Seperti hotel yang menerapkan aturan syariah.
Sebab Kartu Nikah dilengkapi sejumlah fitur. Mulai dari foto kedua pasangan hingga barcode yang terkoneksi dengan data kependudukan. "Mereka (pasutri) tinggal menunjukkan kartunya. Ada barcodenya. Kedepan, akan tersistem seluruh dunia. Sudah terkoneksi keasliannya," tutur Husnul.
Kartu Nikah merupakan bagian dari diterapkannya Sistem Informasi Pernikahan Berbasis Website (Simkah Web). Program tersebut akan diterapkan serentak di 31 KUA di Surabaya.
Launching Kartu Nikah di Kanwil Kemenag Jatim akan dilakukan pada 21 November mendatang. Selain Surabaya, ada daerah lain di Jatim yang menjadi pilot project Kartu Nikah. Yakni, Kediri, Malang, Pasuruan, Mojokerto, Batu, dan Madiun.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
