Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 November 2018 | 02.38 WIB

Bayi Mungil Dibuang, Masih Hidup Meski Dikerumuni Semut

Sri Handayani memberi susu kepada bayi mungil perempuan yang dibuang orang tuanya di Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). - Image

Sri Handayani memberi susu kepada bayi mungil perempuan yang dibuang orang tuanya di Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

JawaPos.com - Suara tangisan bayi sampai ke telinga Helda. Remaja 17 tahun yang tinggal di Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) itu sempat berpikir tak karuan. Menjelang subuh, rengekan itu rupanya semakin jelas.


Ketika matahari beranjak naik, tangisan itu membuat Helda semakin takut. Sulistiani, 48, tetangganya diberi tahu. Mereka lantas bersama-sama menghampiri sumber suara tersebut menggunakan senter.


Rupanya ada bayi tergeletak. “Tanpa busana, di atas rumput,” ucap perempuan paruh baya itu, sebagaimana dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Rabu (7/11).


Posisi tubuh si mungil itu sudah dikerumuni semut. Lantas bayi perempuan dengan berat 2,2 kilogram itu diangkat dan dibawa ke tempat aman.


Warga yang tak tahu asal usul bayi itu akhirnya melapor ke polisi. Setelahnya, nasib buah hati yang terbuang itu dibawa ke RS Hermina Samarinda.


“Alhamdulillah, dokter menyatakan kondisinya sehat,” ungkap Sri Handayani, perempuan 28 tahun yang kini merawat sang bayi. Diperkirakan, bayi itu sudah berusia sepekan. “Soalnya tali pusar enggak ada,” sambung Sri.


Bersama warga, media ini sempat mencari kejelasan bayi tersebut di sekitar lokasi. Sayangnya, tak ada warga sekitar yang sebelumnya mengandung. Sebelumnya, warga juga tak melihat ada kendaraan roda dua atau empat berhenti di sekitar lokasi penemuan.


Bermodalkan peralatan bayi seadanya, Sri siap merawat bayi tersebut. Tidak sedang dalam menyusui, perempuan berambut kuncir kuda itu menggunakan dot milik anaknya yang sudah lama tak terpakai. Susunya pun bukan khusus bayi. Sesekali, bayi itu masih menangis.


Polisi yang mendapat laporan langsung memeriksa tempat kejadian. “Benar, Mas. Ada, dan kondisi bayinya masih hidup,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Ipda Suyatno. Sementara, polisi masih fokus pemulihan kondisi bayi perempuan malang tersebut. Diungkapkan perwira balok satu itu, pembuangnya belum diketahui. “Anak itu sengaja diletakkan di rumput karena ada sesuatu pastinya,” tegasnya.


Menurut polisi, sengaja di atas rumput lantaran tak ingin langsung diketahui masyarakat. “Buktinya, yang menemukan awal sempat mengira itu suara yang aneh-aneh,” sebutnya. Kuat dugaan, anak tersebut hasil hubungan gelap pasangan bukan suami-istri. Sehingga, kehadirannya memang tak diinginkan.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore