
Tempat Nasi Gratis di Bandung
JawaPos.com - Tempat Nasi Gratis (TNG) Bandung yang viral di media sosial baru-baru ini merupakan satu gerakan dari seorang warga bernama Rochsan Rudyantho A, 59. Kegiatan sosial itu, muncul di pikiran Rochsan saat melihat sebuah unggahan di Facebook tentang TNG. Kemudian hatinya tergerak mereplikasi gerakan positif tersebut.
Perihal siapa dan di daerah mana lokasi TNG yang terisi makanan itu, Rachsan tidak mengatahui detilnya. Namun ide tersebut diimplementasikan di Kota Bandung.
"Kemudian saya share ke teman-teman kayaknya kalau dibikin di Bandung bagus nih menginspirasi sekali. Ternyata direspon dan akhirnya dibuatkan dua lemari TNG," kata Rochsan di Bandung, Rabu (7/11).
Setelah dicari dan dicek, harga satu lemari atau etalase dihargai Rp 1,7 juta. Maka nominal tersebut dibagi rata oleh donatur yang merupakan teman-temannya sendiri. Sehingga per orang harus mengeluarkan Rp 170.000. Bersyukurnya ada rekannya yang ingin memberikan donasi satu etalase.
"Awalnya saya hanya mengajak dan teman-teman percaya (heran) bikin satu lemari udah gitu ada lagi (donatur) lain jadi kita punya dua etalase," ucapnya.
Disebut penggagas, Rochsan, tidak menyetujui title tersebut. Karena dia hanya mengkopi ide yang sudah ada dan di hadirkan di Kota Kembang.
Karena konsep dan gerakan yang sangat positif maka ditiru. Dalam hal ini dia dan rekan-rekannya mengistilahkan atau menggerakan masyarakat Bandung untuk saling berbagi kebahagiaan melalui TNG di Bandung. Kebahagiaan untuk semua pohak baik donatur maupun penerima.
Dalam ceritanya, ketertarikan ini karena dia melihat ada suatu hal yang bagus untuk dicontoh dan digerakan dalam hal berbagi. Dengan semangat berbagi disampaikan melalui tagline 'siapapun boleh mengambil dan siapapun boleh mengisi' etalase TNG Bandung.
Artinya ini sangat berbeda dengan kebiasaan orang yang membagikan nasi, begitu memberi dan menerima yasudah selesai. Karena siapapun pekerjaan apapun tanpa memandang buruk baik, mampu maupun kurang mampu, diperbolehkan berbagi kebahagiaan.
"Jadi istilahnya bukan membagikan nasi tapi berbagi kebahagian. Karena menurut saya kebahagiaan itu menular. Orang yang isi satu bungkus sama 10 bungkus nasi itu kebahagiaanya sama," ungkapnya.
Setelah berjalan sekiranya dua minggu, dua etalase yang bertempat di Jalan Burangrang dan Kota Baru Parahyangan akhirnya ada donatur lain yang akhirnya menambah satu etalase di wilayah Antapani, Bandung dan sudah berjalan sejak Senin (5/11) lalu.
Perihal kendala dalam menjalankan TNG ini tidak ada kendala semua berjalan dengan baik. Karena setiap harinya akan ada penanggungjawab untuk mengecek dan mengurus etalase tersebut. Dengan tujuan agar etalase TNG ini tidak kosong atau setiap harinya selalu ada makanan.
"Semua berjalan normal seperti biasa saya berharap lebih banyak orang yang mengisi. Tapi kita tetap jaga dan konsisten agar etalase tidak boleh kosong itu yang kita jaga. Setiap hari kita akan menyediakan nasi gratis 10-15 pack dari teman-teman," paparnya.
Sementara itu, seorang juru parkir, Nandang Sumarna, 58, mengatakan sangat terbantu dengan adanya TNG di Jalan Burangrang Bandung. Karena setidaknya dia bisa makan siang gratis dan bisa menyisihkan uang makan untuk kebutuhan lain.
"Sangat bermanfaat ya, saya biasanya makan di warteg keluarin uang Rp 12.000 padahal pemasukan setiap harinya enggak nentu. Ya sangat terbantu semoga tetap ada nasi gratis setiap harinya," ungkap Nandang usai mengambil nasi gratis di Jalan Burangrang, Bandung, Rabu (7/11).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
