
Kasus ceramah Ustad Evie Effendy dihentikan
JawaPos.com - Kasus ceramah Ustad Evie Effendi terkait adanya kekeliruan menyebut Nabi Muhammad sesat dihentikan oleh pihak kepolisian. Hal ini dikarenakan sudah adanya perdamaian antara kedua belah pihak yakni antara pelapor dan terlapor.
Pada Agustus 2018 lalu, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) melaporkan ustad gaul ini ke Polda Jabar. Mereka melaporkan isi ceramah Ustad Evie yang keliru dalam menafsirkan surat Ad-Dhuha ayat ke-7. Dengan menyebutkan semua orang di muka bumi ini pernah tersesat termasuk Nabi Muhammad.
"Penyidik menghentikan penyelidikannya didasari pada pencabutan laporan dari pelapor," kata Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Trunoyudo Wisnu Andika kepada JawaPos.com, Minggu (4/11).
Diketahui, laporan itu sudah dicabut pihak pelapor sejak akhir Oktober 2018 lalu. Hal ini dikarenakan keduanya lebih memilih berdamai daripada melanjutkan kasus tersebut.
"Sekira (dicabut) akhir Oktober yang lalu dengan mekanisme gelar perkara di Dit Reskrimsus Polda Jabar," ujarnya.
Hal senada pun diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Samudi saat dikonfirmasi via pesan singkat. Kabar pencabutan laporan kasus ustad gaul ini benar.
"Sudah dihentikan, karena sudah ada perdamaian dan surat pencabutan laporan dari pelapor," ucap Samudi.
Untuk diketahui, ceramah ustad Evie Effendi yang viral di media sosial beberapa waktu lalu sempat menghebohkan. Karena adanya kekeliruan dalam menafsirkan satu ayat Al Quran. Setelah viral, Ustad Evi mendatangi kantor MUI Jawa Barat dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam serta mengklarifikasi atas cerahmanya tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
