
Ribuan massa aksi bela tauhid di depan Gedung Sate, Jawa Barat
JawaPos.com - Aksi Bela Tauhid di Kota Bandung, Jawa Barat, berjalan dengan damai. Ribuan massa aksi sudah menyerukan tuntutan dan meminta keadilan kepada pemerintah dan aparat kepolisian dalam menuntaskan kasus pembakaran bendera HTI di Alun-Alun Limbangan, Kabupaten Bandung.
Koordinator lapangan aksi bela tauhid, Asep Ruswan Efendi mengatakan informasi yang didapat belum jelas dan dikhawatirkan adanya kesimpangsiuran. Pasalnya informasi yang beredar tiga oknum Banser yang melakukan pembakaran bendera tauhid saat Hari Santri Nasional (HSN) di Garut dibebaskan.
Sedangkan pembawa bendera tauhid sudah diamankan aparat kepolisian yakni Polres Garut. "Jadi tentu kalau adanya ketidakadilan (hukum) pasti akan ada aksi bela tauhid dengan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi dari hari ini," kata Asep di depan Gedung Sate, Bandung, Jumat (26/10).
Jika pembawa bendera diamankan atau dinyatakan bersalah oleh aparat kepolisian, maka pihaknya akan membantu memfasilitasi juga harus menerima sanksi serupa. Namun sejauh ini pihaknya akan melihat perkembangan dan informasi.
"Tentu saja kalau terjadi seperti itu akan bantu advokasi, supaya ini kembali pada keadilan. Jika ada informasi yang valid kami akan bantu advokasikan," jelasnya.
Hingga saat ini selain melakukan aksi bela tauhid, belum ada sikap lainnya. Namun untuk memastikan informasi terkait benar atau tidaknya tiga oknum Banser yang membakar bendera tauhid dibebaskan akan mendatangi Polda Jabar dan Polres Garut.
"Kita akan cross cek, jika ada pembebasan, kami dan tim akan datang ke Polres Garut dan Polda Jabar untuk mencari kepastian setelah itu ambil sikap," tegasnya.
Dalam pantauan JawaPos.com massa begitu semangat menyerukan takbir secara berulang-ulang di depan Gedung Sate Bandung. Ribuan bendera tauhid yakni panji Rasulullah, Al-Liwa serta tak lupa berkibarnya bendera merah putih di tengah tengah aksi.
Terlihat adanya bendera tauhid berukuran besar dibentangkan oleh massa aksi untuk menunjukan bahwa bendera tersebut merupakan milik umat Islam bukan milik satu organisasi dalam hal ini Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Sang orator terus-terus menyuarakan di atas mobil terbuka bahwa semua menuntut keadilan. Proses hukum harus tetap berjalan dan akan terus dikawal.
"Kami mencintai syariat dan simbol-simbol Islam. Siapapun yang tidak mencintai dialah pengkhianat. Siapapun yang menodai, merobek bendera tauhid sebagai muslim haram membiarkannya (kejadian itu)," tegasnya.
Untuk diketahui, aksi bela Tauhid ini digelar di beberapa wilayah di Indonesia, Bandung, Jakarta, dan kota lainnya. Hal ini dipicu karena pasca terjadinya pembakaran bendera tauhid di Alun-Alun Limbangan, Kabupaten Garut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
