
Aksi Bela Tauhid digelar di Kota Medan Sumatera Utara
JawaPos.com - Masjid Raya Al Mahsun, Kota Medan disesaki oleh umat Islam dari berbagai penjuru di Sumatera Utara, Jumat (26/10). Aksi Bela Tauhid dimulai dengan salat Jumat berjamaah di Masjid peninggalan Kesultanan Deli.
Usai Jumatan, massa menyusun barisan. Tepatnya di jalan protokol samping masjid hingga ke Jalan Sisingamangaraja. "Takbir. Allahuakbar. Allahuakbar," teriak massa.
Teriakan takbir memekik dari segala arah. Bersambut dengan kibaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid. Hampir seluruh massa memegang panji Rasulullah yang dikenal sebagai bendera Ar-Raya. Ada juga bendera yang berdasar kain putih. Namanya Al Liwa'. Namun jumlahnya tak sebanyak Ar Raya.
Di sela aksi itu, massa mengacungkan telepon genggam mereka. Merekam setiap kegiatan di lapangan. Beberapa diantaranya sibuk membuat video blogging (vlog) ataupun video live streaming di media sosial. Tak sedikit juga yang memanfaatkan momen unjuk rasa untuk tempat swafoto.
"Woy banser, kelen tengok ini. Anak Medan ini. Bukan kaleng-kaleng. Retak nanti dada kelen. Bubar kelen," ujar beberapa pemuda di depan kamera gawai nya.
Massa dikabarkan bergerak ke Polda Sumut. Tujuannya ingin membuat laporan terkait pembakaran bendera bertulis kalimat Tauhid saat Hari Santri Nasional di Garut. Banser NU yang jadi pesalahnya.
Mereka bergerak menggunakan kendaraan. Ada yang naik sepeda motor, mobil, hingga pikap. Mereka rela berdesakan untuk ikut konvoi di bawah panas terik.
Lalulintas di seputaran Sisingamangaraja sempat lumpuh. Polisi tampak sibuk melakukan pengaturan. Yang dari arah Jalan Masjid Raya menuju Sisingamangaraja diterapkan sistem buka tutup di persimpangan. Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto sampai ikut mengatur arus kendaraan.
Orang-orang yang ikut konvoi kebanyakan memakai busana rapi. Para laki-laki menggunakan gamis dan koko. Yang perempuan, memakai pakaian gamis lengkap dengan hijab nan lebar lengkap dengan cadar. Pengikat kepala hitam bertuliskan kalimat tauhid juga tak ketinggalan dipakai.
Diantara barisan juga terlihat ada yang memakai pakaian ala militer. Celana dan baju loreng ditambah rompi juga. Yang lainnya ada yang memakai serba putih dengan sepatu PDL. Sepertinya itu barisan, Front Pembela Islam (FPI).
Barisan konvoi panjangnya diperkirakan 2 Km. Butuh waktu hingga setengah jam, sampai kendaraan konvoi bergerak semua. Barisan massa dikawal polisi di bagian depan sampai yang ekor.
Rudi Utama, salah satu massa aksi mengatakan dia rela ikut aksi untuk membela kalimat tauhid. Dia merasa sakit hati karena pembakaran bendera Tauhid.
"kita harus ikut. Ini aksi serentak. Kabarnya di beberapa daerah juga ada. Umat muslim merasa terpanggil dengan ajakan aksi ini," katanya.
Forum Umat Islam (FUI) Sumut mengecam pembakaran bendera. FUI menilai ada oknum yang ingin memecah belah Islam atas pembakaran bendera tersebut.
"Ada pihak tertentu yang menunggangi agar terjadinya perpechan umat Islam secara Internal. Perpecahan elemen bangsa umat Islam sebagai garda terdepan untuk mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan NKRI," kata Ustadz Indra Suheri.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
