
Pelaku perkosaan dan pembunuhan anak SD di Riau.
JawaPos.com - Seorang anak yang diperkirakan berusia 11 hingga 12 tahun ditemukan tewas mengenaskan. Korban diketahui berinisial AV. Dia merupakan siswa yang duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD). Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Isi perutnya terurai dan masih mengenakan seragam dan sepatu sekolah.
Kapolres Rokan Hilir (Rohil), AKBP Sigit Adiwuryanto mengatakan, bocah perempuan itu ditemukan warga di dalam kebun sawit Dusun Rejosari, Desa Tanjung Medan Utara, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rohil, Riau, Rabu (24/10) siang.
"Awalnya korban dilaporkan tidak pulang ke rumah setelah pulang sekolah dari pukul 12.30 WIB. Setelah dilakukan pencarian, ditemukan korban sudah tidak bernyawa," ujar Kapolres, Kamis (25/10) petang.
Saat ditemukan korban dalam keadaan terlentang berlumuran darah. Bahkan ia masih mengenakan jilbab, seragam pramuka dan sepatu sekolah yang melekat di kakinya.
"Perutnya terluka hingga isi perut terburai. Dari keterangan warga, pelaku diduga merupakan pekerja sawit. Sebab saat itu, pelaku kebetulan juga ikut bekerja untuk menimbang buah sawit yang sudah selesai di panen," bebernya.
Jarak antara pondok penimbangan sawit dengan lokasi penemuan korban sekitar 150 meter. Pada siang itu, saksi berinsial BM melihat korban melintas dari pondok menuju rumahnya.
Tapi tak lama kemudian, BM mendengar jeritan suara anak perempuan. BM tidak menghiraukannya karena dia berpikir kalau jeritan itu hanya main-main saja.
"Setelah lama menunggu buah yang ditimbang pelaku, saksi merasa curiga. Akhirnya ketika melintas di lokasi didapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa," kata dia.
Saksi langsung melaporkannya kepada warga dan Polsek Pujud. Dari hasil keterangan saksi itulah, akhirnya polisi melakukan penyelidikan. Pelaku diketahui bernama Hendri Limbong, 32. Ia berhasil ditangkap dalam waktu 24 jam setelah korban ditemukan, Kamis dini hari.
"Dia ditangkap di rumahnya di Desa Tanjung Medan. Awalnya pelaku tidak mengaku melakukan pembunuhan. Tetapi setelah ditemukan bukti sehelai baju dengan bekas 5 jari, akhirnya dia mengaku," jelasnya.
Aksi keji itu diakui pelaku karena khilaf telah memperkosa korban sebanyak satu kali. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sehingga ia memotong perut korban.
"Pelaku dan barang bukti kita bawa ke Polsek Pujud untuk penyidikan lebih lanjut," bebernya.
Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya, sehelai baju kaos yang ada jari korban, sehelai celana panjang, sehelai celana dalam, pisau carter, dan sehelai jilbab milik korban, serta barang bukti lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022