
Lapangan tembak Senayan
JawaPos.com - Kawasan Senayan menjadi perhatian akhir-akhir ini, dikarenakan peristiwa peluru nyasar dari Lapangan Tembak ke Gedung DPR. Kali ini, Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK), Winarto menjelaskan peruntukkan zona kawasan Senayan.
Winarto menjelaskan area Lapangan Tembak memang masuk dalam zona hijau yang dapat dijadikan arena olahraga. Sebab, porsi kawasan Senayan dalam tata ruang memang lebih besar dibanding peruntukkan yang lain.
"Jadi, luasnya 279 hektar. 53 persen dipakai untuk olahraga, 27 persen dipakai untuk kawasan Pemerintah termasuk DPR, Kemenpora, Diknas, sekolah kelurahan. N20 persen itu kawasan pendukung kayak plaza Senayan, Senayan City. Lapangan tembak termasuk olahraga," terangnya kepada JawaPos.com, Sabtu (20/11).
Winarto menyatakan pembangunan kedua tempat tersebut memang sudah lama berada di kawasan Senayan. Sebab, kawasan Senayan pun sudah ada sejak tahun 1962 termasuk Gedung DPR.
"Sudah diatur dalam Perda 1 tahun 2014, ruang terbuka hijau tapi diperuntukkan Lapangan tembak yang dibatasi itu bangunannya. Dimanfaatkan taman boleh mau dimanfaatkan jadi hutan boleh, jadi olahraga juga boleh," terang Winarto.
Sebelumnya, Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna menyatakan dilihat sejarahnya, Lapangan Tembak Senayan sudah lama ada di Kawasan Gelora Bung Karno. Yakni sejak Asian Games IV pada 1962 silam.
Presiden I Soekarno kala itu menjadikan kawasan sekitar Senayan sebagai pusat olahraga. "Penyimpangan terjadi pada masa Orde Baru ketika Hotel Mulia mulai dibangun dan beberapa pusat perbelanjaan baru lainnya berdiri di sekitar Senayan," ulas Yayat.
Melihat kondisi saat ini yang memang sudah tak lagi relevan, dia lantas sependapat dengan wacana relokasi Lapangan Tembak. Namun, dipindahkan ke lingkungan yang jauh dari pemukiman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
