
Seorang anak melintas di dekat puing-puing bangunan runtuh di Desa Saluwa, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi sempat terisolasi setelah diguncang gempa
JawaPos.com - Gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah sempat menutup akses ke Kulawi Selatan, Sigi. Wilayah itu pun sempat terisolasi beberapa waktu. Namun, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memastikan kini sudah tidak ada lagi wilayahnya yang terisolasi. Tak terkecuali Kulawi Selatan.
Kepastian itu ditegaskan Longki setelah meninjau langsung Kulawi Selatan kemarin (17/10). Rombongan gubernur memang sempat mengalami kendala untuk mencapai wilayah tersebut. Sebab, rombongan harus melewati 12 titik longsoran poros Palu-Kulawi. Tapi, begitu sampai Kulawi, Longki dan rombongan mendapati fakta bahwa wilayah tersebut kini sudah normal. Bantuan juga sudah masuk.
"Kalau terisolasi tidak. Hanya akses menuju ke sini sempat terhambat longsor. Tapi, kini semua normal. Pasokan bantuan sembako juga sudah lancar," terang Camat Kulawi Selatan Rudolf Sulit kepada Longki.
Keterangan itu tidak ditelan mentah-mentah oleh Longki. Dia pun mengecek langsung ke desa-desa di wilayah tersebut. Memastikan yang disampaikan Rudolf sesuai fakta. Dia pun mendapati fakta bahwa Kulawi Selatan tidak terisolasi. Bahkan, Longki mengapresiasi warga yang membuat rumah darurat dari bahan bekas reruntuhan bangunan.
"Salut buat masyarakat Kulawi. Mereka cepat mandiri, kreatif memanfaatkan bekas-bekas rumah yang roboh," ungkapnya. Dia pun menegaskan bahwa wilayah tersebut tidak terisolasi seperti yang disebut-sebut selama ini.
Selain meninjau Sigi, Longki memantau proses relokasi warga Banawa, Donggala. Korban gempa dan tsunami di wilayah tersebut direlokasi ke 171 tenda bantuan Jepang dan 78 tenda bantuan Swiss. Longki meminta bupati dan jajarannya memastikan para pengungsi yang menempati tenda tidak lagi kembali ke permukimannya. Sebab, permukiman tersebut sudah tidak aman untuk ditinggali. "Setelah hunian sementarnya siap, mereka langsung direlokasi ke huntara tersebut," tegasnya.
Sementara itu, pemerintah pusat sedang mempertimbangkan membuat Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) untuk penanganan pascagempa di Sulawesi Tengah. Tapi, pendirian BRR itu tidak akan sebesar BRR untuk Aceh dan Nias pascagempa dan tsunami pada 2004.
Hal itu terungkap setelah pertemuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin (17/10). "Pak Wapres tadi menyampaikan mungkin tidak akan seperti BRR karena skalanya kecil. Mungkin dia semacam miniatur BRR," ujar anggota ORI Ahmad Alamsyah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
