
Ilustrasi jalanan rusak di Parungpanjang
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi aspirasi warga terkait dampak penambangan di Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Pasalnya aspirasi tersebut disampaikan melalui akun media sosialnya.
Tiga hari mendapati keluhan warga, Kang Emil langsung meninjau jalur yang dilewati truk penambangan batu dan pasir. Setelah itu Kang Emil bersama rombongan berdialog bersama warga perwakilan dari Parungpanjang, Rumpin, Gunung Sindur, Cigudeg, dan daerah lainnya yang terkena dampak buruk penambangan itu.
"Tadi saya sengaja mencoba jalur itu, mobil saya sampai terjepit di antara truk-truk besar dan enggak bisa maju," kata Kang Emil di Kabupaten Bogor, Selasa (25/9).
Dalam dialog, Kang Emil menuturkan sudah memetakan semua permasalahannya. Kebijakan prioritas yang akan dilakukannya dalam waktu tujuh hari ke depan adalah memanggil seluruh pimpinan perusahaan tambang ke Gedung Sate. Maka akan dibahas mengenai keseimbangan solusi termasuk jam operasional truk.
"Saya sudah cermati ada lima problem yang saya catat. Saya tidak bisa ambil keputusan langsung hari ini, tapi akan dibawa dulu ke Gedung Sate. Untuk pertama akan saya panggil dulu semua pengusaha tambang ke Bandung," tuturnya.
Mantan Wali Kota Bandung itu akan meregistrasi ulang perizinan tambang untuk semua perusahaan tambang di wilayah tersebut. Pada registrasi, akan ditambahkan pasal-pasal yang lebih adil bagi semua pihak.
"Kami akan muat pasal-pasal yang lebih adil terkait dampak lingkungan, harus punya parkir yang luas agar tidak memakan jalan, terkait truk harus keadaan bersih sebelum beroperasi," ujarnya.
Kang Emil berkomitmen akan mewujudkan jalur khusus tambang sesuai aspirasi warga. Jalur tambang ini akan langsung menuju Tangerang tanpa melintasi permukiman warga.
"Ya kita akan prioritaskan jalan tambang langsung menuju Tangerang," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sudah hampir dua pekan Ridwan Kamil menjabat sebagai gubernur di Jawa Barat (Jabar). Hadirnya mantan Wali Kota Bandung di provinsi bagian barat Jawa itu menjadi harapan besar bagi warga perbatasan. Terutama mereka yang berbatasan dengan ibu kota Jakarta atau yang menjadi bagian dari Jabodetabek.
Salah satunya harapan dari warga Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Kecamatan ini bersebelahan langsung dengan Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Tapi nasib warga di sana sangat miris dan jauh dibandingkan Kota Bandung ataupun Kota Bogor.
"Kalau Kota Bogor disebut kota hujan, di sini kota debu," ungkap Suhanda, 38, salah seorang warga Parungpanjang kepada JawaPos.com, Sabtu (22/9).
Pernyataan Suhanda itu merupakan ungkapan keluh kesah warga setempat yang tidak tahan dengan kondisi daerah yang penuh dengan kepulan debu. Sebab di sebuah jalan raya yang melintang di Parungpanjang ini dilintasi setiap hari oleh ribuan truk pengangkut material tambang galian C. Berupa tanah, batu kali, pasir, dan sejenisnya.
Jalan yang melintang itu menghubungi dua kabupaten dan dua provinsi. Di jalan tersebut ribuan truk melintas setiap harinya dari arah Kecamatan Jasinga dan melintas ke arah Parungpanjang hingga ke Kecematan Legok, Kabupaten Tangerang.
Jika dari arah Legok jalan tersebut bernama Jalan Raya Parungpanjang. Namun setelah di wilayah Parungpanjang, namanya menjadi Jalan M Toha dan Jalan Sudamanik. Di sepanjang jalan itu terdapat depo atau pangkalan persingahan truk pemuatan pasir atau batu galian C.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
