Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 September 2018 | 21.21 WIB

Telusuri Jejak Kerajaan Mataram Kuno, Arkeolog Temukan Tembikar

Lokasi pencarian Pusat Peradaban Kerajaan Mataram Kuno di Kabupaten Sleman, DIJ. - Image

Lokasi pencarian Pusat Peradaban Kerajaan Mataram Kuno di Kabupaten Sleman, DIJ.

JawaPos.com- Selama sembilan hari tim pelatih dari Balai Arkeologi (Balar) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mencari pusat Kerajaan Mataram Kuno. Lokasi pencariannya berada di Dusun Balong Bayen, RT 5, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIJ. Dalam penelitian itu didapati temuan berupa gerabah dan keramik yang diperkirakan telah dibuat sejak awal abad 10.


Ketua Tim Peneliti Pusat Kerajaan Mataram Kuno dari Balar DIJ Baskoro Daru Cahyono mengatakan, kedua benda itu ditemukan Sabtu lalu (22/9). Serpihan-serpihannya kemudian dibawa ke kantornya untuk diteliti lebih lanjut.


"Ditemukan pada kedalaman 5 meter, ada keramik dan tembikar. Itu menunjukkan ada lapisan budaya, kehidupan ada pada kedalaman itu. Selain itu juga bisa jadi bagian dari candi, karena (keramik dan tembikar) merupakan alat untuk upacara," katanya, ditemui di lokasi penelitian, Senin (24/9).


Penggalian dilakukan sebanyak 6 kotak. Masing-masing kotak berukuran 2x6 meter. Kedalaman galian berkisar 5 meter.


Dipilihnya lokasi tersebut sebagai objek penelitian bukan tanpa alasan. Sejak 2009 silam Balar DIJ telah menganalisis lokasinya. Ada indokasi bahwa tempat tersebut merupakan salah satu pusat Kerajaan Mataram Kuno yang sampai kini belum pernah ditemukan.


Indikasi itu antara lain berupa berada di tengah-tengah dari 4 situs. Yaitu situs Candi Sambisari, Candi Kedulan, Candi Bromonilan, kemudian situs Dhuri. "4 situs itu sebagai batas kotanya. Tapi ini masih baru hipotesis," lanjutnya.


Selain berada di tengah 4 situs, juga terdapat 2 sungai besar di dekatnya. Yaitu Kali Opak dan Kali Kuning. Ada pula gunung yang dianggap sebagai tempat tinggal para dewa, yaitu Gunung Merapi.


Serta ada pula temuan sekitar 10 batuan candi oleh warga setempat. Hal itu pula yang menguatkan adanya hipotesis mengenai lokasi Pusat Peradaban Kerajaan Mataram Kuno. "Kalau batu-batu candi itu ada puluhan. Ditemukan oleh warga sekitar saja. Ada yang kerja bakti, menggali. Kemudian menemukannya," ucapnya.


Penelitian yang dilakukan sejak 15 September lalu itu pun berhenti pada Senin (24/9) ini. Kemudian akan dilanjutkan lagi pada tahun depan, untuk menyesuaikan anggaran.(dho/JPC)


Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore