
HARI PERTAMA SEKOLAH: Sulihi, mengajar muridnya di sekolah darurat buatan warga di lapangan pengungsian Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Senin (27/8). Hari pertama sekolah pascagempa masih dilaksanakan di luar gedung.
JawaPos.com - Walau tempat tinggalnya sudah hancur diguncang gempa, namun anak-anak Lombok berusaha untuk bangkit. Mereka masih memikirkan untuk bersekolah. Anak-anak korban gempa itu berpikir untuk melupakan keterpurukan.
Senin (27/8) kemarin siswa kembali masuk sekolah. Meski dengan segala keterbatasan. Para siswa harus belajar dengan fasilitas yang serbadarurat. Salah satunya belajar di bawah tenda yang didirikan di halaman sekolah-sekolah setempat.
Jumlah tenda pun belum memadai. Misalnya, di SDN 2 Obel-Obel, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Di sana, ada dua tenda yang dimanfaatkan enam kelas siswa. Satu tenda milik kepolisian diisi kelas V dan VI.
Sementara itu, siswa kelas I-IV memenuhi tenda hasil sumbangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). ''Ini sifatnya darurat. Nanti tenda ditambah," kata Ketua Pos Pendidikan Tanggap Bencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lotim Tatan kepada Jawa Pos kemarin.
Dia memastikan sekolah yang bangunannya rusak berat hingga rusak ringan sudah mendapatkan bantuan tenda. Tenda didirikan di halaman-halaman sekolah. Itu menghindari kemungkinan adanya bahaya. Misalnya, insiden tembok ambruk atau kemungkinan adanya gempa susulan. ''Kami imbau siswa untuk menghindari aktivitas dekat tembok sekolah," katanya.
Meski kondisi serba terbatas, para siswa terlihat sangat antusias. Sebelum masuk tenda, mereka mengikuti apel. Lalu, membersihkan halaman sekolah. Maklum, kemarin adalah hari pertama masuk sekolah sejak gempa besar kedua pada 5 Agustus lalu.
Aktivitas belajar juga tidak langsung ke materi mata pelajaran (mapel). Di SDN 2 Obel-Obel misalnya, para siswa diasuh tim psikologi Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelajaran dikemas menyenangkan. Ada permainan teka-teki, cerita, pantun, hingga menyanyi lagu-lagu perjuangan.
Kepala Tim Psikologi Satgas Ops Aman Nusa II Polda Sulsel AKP Andi Sirajudin menyampaikan, materi yang disampaikan bagian dari proses pemulihan trauma (trauma healing) anak-anak. ''Fokus kami adalah mengembalikan semangat dan mental anak-anak. Kami melihat daya survival mereka luar biasa," ujar Andi.
Kadikbud Kabupaten Lotim Lalu Suandi mengungkapkan, belum semua sekolah memulai aktivitas belajar kemarin. Banyak kendala di lapangan. Selain persoalan tenda, sejumlah sekolah masih ditempati tenda-tenda pengungsian milik masyarakat. "Semua orang masih trauma. Tapi, kami minta agar tenda didirikan di luar sekolah," kata Lalu Suandi.
Selain Kabupaten Lotim, aktivitas belajar mulai berlangsung di seluruh NTB. Termasuk daerah terdampak gempa paling parah di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Mereka juga belajar di bawah tenda-tenÂda darurat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
