Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Agustus 2018 | 22.07 WIB

Kasihan, Rombongan Santri Tetap Bayar Usai Makan

Deky Hayub Prasetyo atau Asep di warung Mie Ayam Bahagia miliknya yang terletak di Jalan Menanggal V/ 27 Surabaya. - Image

Deky Hayub Prasetyo atau Asep di warung Mie Ayam Bahagia miliknya yang terletak di Jalan Menanggal V/ 27 Surabaya.

JawaPos.com - Perjalanan hidup yang berliku, membuat Deky Hayub Prasetyo lebih matang. Pria yang akrab disapa Asep itu membuka warung Mie Ayam Bahagia setelah puluhan tahun menjadi karyawan orang. Luar biasanya lagi, dia menggratiskan mie ayam seumur hidup untuk pembeli yang hafal 1 juz Alquran.


Prinsip berdagang sambil bersedekah ini diakui Asep jauh membuat hidupnya lebih tenang. Dengan memberikan mie ayam gratis bagi penghafal 1 juz Alquran, Asep bisa menghargai orang.


"Jauh lebih tenang cari penghasilan sendiri (berjualan mie ayam, Red). Selain itu tenang, karena kami bisa berbagi sesuatu dengan penghafal Alquran. Para penghafal Alquran itu memang pantas mendapatkan keistimewaan," ucapnya saat ditemui JawaPos.com, Sabtu (11/8) malam.


Suatu hari, sejam sebelum warungnya tutup, ada rombongan pembeli yang datang. Mereka naik sepeda motor, mengaku sebagai santri dari Nganjuk yang hendak ke Masjid Al Akbar Surabaya untuk menghadiri pengajian. Mereka sengaja berhenti karena melihat spanduk promosi yang dipasang Asep.


Awalnya para santri itu tidak percaya. Namun kemudian oleh Asep diyakinkan bahwa promosinya tidak main-main. Salah seorang santri lantas mulai melantunkan Surat Al Baqoroh di juz pertama.


Asep pun mendengarkan dengan seksama. Menurutnya, suara santri itu begitu syahdu. "Tapi ujung-ujungnya dia nggak mau gratis mas, tetap bayar. Sungkan karena katanya saya PKL (Pedagang Kaki Lima). Saya bilang kalau ke Surabaya mampir lagi. Saya ingat wajahnya meskipun nggak dicatat siapa-siapa saja yang hafal 1 juz. Ini sudah komitmen saya untuk bersedekah," tutur pria berusia 40 tahun tersebut.


Asep yakin, promosi yang diberikannya kepada para penghafal Alquran akan memberi berkah. Bukan semata-mata uang, tapi juga kepuasan batin. Dirinya sangat termotivasi oleh semangat para penghafal Alquran.


Terhadap anak-anaknya, Asep juga mendidiknya supaya kelak mereka bisa menjadi hafiz. Baginya, kedua anaknya adalah titipan dan anugerah yang harus dijaga. Terlebih, Asep dan istrinya cukup lama menanti kehadiran buah hati.


"Tujuh tahun menikah baru dikasih momongan. Wah, banyak omongan macam-macam, nggak karuan mas, karena sulitnya saya punya anak. Makanya setelah dikasih (anak), saya kasih mereka bekal yang cukup. Promosi gratis seumur hidup ini saya kasih tahu ke anak-anak. Kami bisa berbuat baik ke siapa saja," terang pria tamatan SMA tersebut.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore