
Ratusan Warga Tiban Koperasi, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan aksi demo kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (6/8).
JawaPos.com - Ratusan Warga Tiban Koperasi, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan aksi demo kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (6/8). Mereka menuntut BP Batam agar menggali ulang kolam serapan air untuk warga.
Sebelumnya, kolam serapan air ini ditimbun untuk dijadikan lahan koperasi karyawan BP Batam oleh PT Glory Point. Akibat pembangunan tersebut rumah warga Tiban Koperasi terkena banjir karena tidak ada lagi lahan serapan air.
Yang terbaru adalah banjir pada Rabu (25/7) lalu, menyebabkan sekitar 48 rumah warga dan sekolah yang ada di kawasan tersebut kebanjiran cukup parah. Bahkan ada rumah warga yang terkena banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter.
Ketua RW 06 yang membawahi kawasan Tiban Koperasi, Mustagfirin mengatakan aksi ini adalah bentuk protes yang kesekian kalinya terhadap kebijakan BP Batam Yang dinilai tidak memenuhi berbagai unsur. Tetutama kajian lingkungan yang justru menyebabkan perumahan warga kebanjiran.
"Pengalokasian lahan ini tidak menengok tata ruang, kita menuntut kolam yang ditimbun digali kembali," kata Mustagfirin di lokasi aksi.
Dalam aksinya, warga juga membawa barang-barang perabotan milik warga yang rusak karena banjir tersebut. Perabotan seperti lemari, meja, dan peralatan elektronik nampak tertumpuk di dalam truk yang berada di depan kantor BP Batam.
Mustagfirin melanjutkan, suara masyarakat menentang penutupan kolam ini sejatinya sudah disampaikan sejak dua tahun lalu. Namun BP Batam tetap memberikan izin untuk membangun lahan koperasi karyawan BP Batam tersebut.
Warga yang mengalami musibah ini, lanjut Mustagfirin juga sama sekali tidak mendapatkan simpati dari BP Batam atas musibah yang BP Batam sebabkan.
Terkait solusi yang mungkin didapat, Mustagfirin mengatakan bahwa solusinya adalah memgembalikan kolam yang saat ini telah ditimbun. Karena memang dari kajian yang mereka lakukan kolam ini memiliki peran strategis dalam menyerap air hujan.
"Berpuluh-puluh tahun kita tinggal di sini tak pernah banjir, sejak kolam ditimbun, kita langsung banjir bahkan membahayakan warga. Tuntutan kita tetap kembalikan kolam kami," kata Mustagfirin.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
