
Sungai Citarum disebut sebagai sungai terkotor di dunia.
JawaPos.com - Pemerintah pusat melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Bandung. Fokus KKN Tematik kali ini yakni mewujudkan Citarum Harum dengan edukasi 3R, yakni reduce, reuse, recycle kepada masyarakat.
Mahasiwa dititipkan misi untuk ikut berperan dalam mewujudkan Citarum Harum karena hingga saat ini Citarum dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia versi New York Time beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak? Kondisi tersebut memang benar adanya. Sampah yang menumpuk di aliran sungai, warna hitam pekat, hingga bau tidak sedap berasal dari Sungai Citarum.
Raynanda, 20, mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengaku sangat prihatin melihat keadaan Citarum yang begitu kotor dan bau. Sehingga sebagai mahasiswa harus bisa mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam bentuk kerja nyata di masyarakat.
"Prihatin banget lihatnya, kita mahasiswa dititipkan untuk membantu mengembalikan Sungai Citarum menjadi bersih lagi. Dengan cara terjun langsung dan memberikan edukasi kepada masyarakat setempat," kata Raynanda saat ditemui usai pelepasan KKN Tematik di Kabupaten Bandung, Selasa (31/7).
Menurut dia, target dua tahun pertama Citarum bersih kembali memang sangat berat. Namun jika pola pikir masyarakat tentang kebersihan bisa diubah, asa itu akan terwujud. Maka hal utama yang menjadi fokus mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar bantaran Sungai Citarum.
"Minimal ubah mind set masyarakat tentang buang sampah. Karena masih banyak masyarakat yang membuang sembarangan ke sungai, terlebih dengan adanya limbah-limbah pabrik yang memperparah kondisi sungai," jelasnya.
Anggi Rimbayani, 38, warga Desa Cilampeni Kabupaten Bandung mengatakan, akan sangat terbantu dengan hadirnya mahasiswa dalam program Citarum Harum. Karena sungai ini sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Jawa Barat hingga DKI Jakarta.
"Iya kita mah sangat senang ada KKN ini. Semoga saja sungai bisa jernih, bersih, dan bisa dipakai kaya dulu," kata Anggi di Cilampeni, Kabupaten Bandung.
Sebagai warga asli Cilampeni di bantaran Sungai Citarum sangat merindukan kejernihannya. Pasalnya sebelum ada pabrik-pabrik di sekitar, Sungai Citarum kerap dimanfaatkan masyarakat untuk mandi, mencuci pakaian, dan lainnya. Namun beberapa tahun ini Citarum selalu menimbulkan masalah baru.
"Beda banget sama dulu, sekarang mah jorok pisan, kotor, bau. Apalagi kalau hujan, air sungai masuk ke perumahan warga dan bikin gatal-gatal," ungkapnya.
Apalagi, kata dia, dikabarkan kalau Sungai Citarum tetap seperti ini akan mematikan warga Jabar dan DKI Jakarta secara perlahan. Karena, sumber air dua provinsi tersebut ada di Sungai Citarum.
"Berharapnya sih bisa cepat ditangani, biar anak-anak kita terselamatkan. Buat pemerintah semoga konsisten menjalankan program Citarum Harum," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
