Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juli 2018 | 03.29 WIB

Jembatan di Pantai Balekambang Ambrol Dihantam Gelombang

AMBROL: Kondisi jembatan Pantai Balekambang yang rusak setelah diterjang ombak. - Image

AMBROL: Kondisi jembatan Pantai Balekambang yang rusak setelah diterjang ombak.

JawaPos.com - Jembatan di Pantai Balekambang, yang menghubungkan Pulau Ismoyo dan Wisanggeni, Kabupaten Malang, ambrol diterjang ombak, Rabu (25/7). Jembatan tersebut rusak karena dihantam ombak besar secara bertubi-tubi.


Terdapat tujuh bagian jembatan yang ambrol. Direktur PD Jasa Yasa, pengelola wisata Pantai Balekambang, Ahmad Faiz Wildan, menjelaskan, ketika kejadian gelombang laut di Balekambang sedang tinggi. Diperkirakan mencapai lima meter.


Dia menjelaskan, sebelum ombak menghantam, debit laut meningkat kemudian mengalami pasang. Hal ini, menurut dia sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).


"Itu sesuai dengan prakiraan BMKG, tanggal 25 dan 26. Tapi semoga hanya tanggal 25 ini saja," jelasnya, ketika dikonfirmasi JawaPos.com.


Wildan menambahkan, peristiwa rusaknya jembatan itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Pasalnya, saat kejadian, kondisi pantai masih sepi. Tidak ada pengunjung yang berada di jembatan yang kerap digunakan sebagai spot selfie itu.


"Memang jembatan ambrol, tapi yang paling penting tidak ada korban jiwa," imbuh dia.


Wildan menambahkan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi. Melibatkan beragam unsur mulai dari TNI, Polri, pemerintah kecamatan, LMDH, PMI, SAR dan unsur lainnya.


Masyarakat dan warga juga diimbau untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Selain itu juga diminta untuk tidak berenang di laut.


"Pantai tetap dibuka, tapi pengunjung diimbau untuk tidak berenang," tegas dia.


Untuk perbaikan jembatan, pihak PD Jasa Yasa akan terlebih melakukan koordinasi dengan instansi terkait. "Kami sudah koordinasi dengan pihak Pemkab, Dinas Cipta Karya juga kita koordinasi," kata Wildan.


Mengenai peribadatan di Pura Ismoyo Jati, dia menjelaskan, sudah mengkoordinasikan kepada pihak pemangku agama. Ibadah dilakukan usai perbaikan jembatan.


Sebagai informasi, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak sudah mengeluarkan prakiraan cuaca di kawasan pesisir pantai. Diperkirakan, gelombang tinggi hingga tujuh meter.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore