
Rumput menutupi halte pada saat pembangunan penataan trotoar di Jalan Sudirman.
JawaPos.com - Penataan trotoar di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, menuai kontroversi di media sosial. Anehnya, trotoar yang baru dibangun terdapat area rerumputan, sehingga menyulitkan para penumpang untuk melintas karena tidak ada jalan penghubung menuju bus.
Namun pantauan JawaPos.com, sekitar pukul 15.00 WIB beberapa halte yang tidak ada jembatan penghubung (ramp) telah dibuat membelah taman walau masih belum bisa dilalui salah satunya di kawasan Gelora Bung Karno pintu 9.
"Iya ini dibuat supaya memudahkan orang untuk naik bus atau menunggu jemputan. Dibangun beberapa hari yang lalu, menunggu sering saja besok sudah bisa dipakai," ujar salah satu pekerja trotoar, Didi, 35, di Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).
Sebelumnya, adapun halte-halte yang memiliki struktur tersebut antara lain halte di depan Gedung Graha CIMB Niaga, Senayan, dan halte di depan Gedung Plaza Sentral, Karet, yang sebagian besar telah dibuat ramp kecuali halte di depan Kampus Universitas Atma Jaya, Semanggi.
"Susah ini, masa saya harus jalan ke sana (menunjuk arah parkiran Atmajaya)? Harusnya arah halte bisa lurus kan terus naik bus. Lah ini, susah ada rumput-rumput gini," tutur salah satu mahasiswa Atmajaya, Reynold, 20, di Semanggi, Jakarta Selatan.
Berbeda dengan penuturan Santi, 29, yang kerap memakai trotoar usai bekerja. Menurutnya adanya rumput tidak terlalu bermasalah sebab dia melihat trotoar menjadi lebih hijau dan rapi.
"Pasti sih yang nunggu bus jadi susah lewat, tapi karena saya naiknya ojek online ya nggak pengaruh banget. Kan tinggal jalan dikit, lagipula jadi lebih adem kelihatannya nggak gersang gitu," tutur Santi.
Penempatan beberapa halte bus di Jalan Jenderal Sudirman memang cukup berbeda, ada yang tidak langsung di depan jalan raya. Sedangkan, sedikitnya ada tiga halte di Jalan Jenderal Sudirman yang lokasinya terpisah dengan jalan raya tempat bus-bus melintas.
Halte bus dan jalan raya tersebut dipisahkan jalur hijau yang cukup lebar yang membuat bus tidak bisa menepi di depan halte bus. Tidak ada akses jalan untuk penumpang menuju bus dari depan halte tersebut karena terdapat rumput-rumput yang baru ditanam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
