
Sejumlah pengendara nampak mengantre di gerbang tol Banyumanik, Semarang, Selasa (19/6).
JawaPos.com - Sebanyak 53.452 kendaraan melintas melalui gerbang tol Banyumanik, Semarang pada H+2 Lebaran atau Senin (18/6) kemarin. Angka tersebut, diperkirakan masih akan meningkat pada hari-hari berikutnya atau selama musim arus balik lebaran.
Manager Operasional Trans Marga Jateng (TMJ), Fauzi A Rahman mengatakan, berdasarkan tren lalu lintas selama H+1 Lebaran hingga kini, jumlah tadi diperkirakan masih akan mengalami peningkatan. "Itu merupakan puncak arus balik saudara-saudara kita yang kembali ke arah Jakarta. Dan kami memprediksi akan terjadi puncak arus balik lagi pada Rabu (20/6) dan Kamis (21/6). Karena panjangnya masa liburan karyawan dan anak sekolah," jelasnya, Selasa (19/6).
Meski demikian, Fauzi menyebut, di Gerbang Tol Banyumanik tak terjadi penumpukan kendaraan sejak Senin kemarin. Menurutnya, usai dua hari melakukan pantauan di lapangan, antrean kendaraan terpantau maksimalnya hanya sepanjang 100 meter.
Ia menyebut, hal itu tak terlepas dari upaya pihaknya mengurai kepadatan yang terjadi di lokasi. Salah satunya adalah, dengan menerapkan sistem gardu reversible.
"Gardu reversible itu adalah, gardu yang bisa dibolak-balik untuk entrance dan exit sesuai kebutuhan. Kemudian kami juga menyiapkan mobile rider yang tugasnya menjemput pengguna jalan yang mau melakukan transaksi," sambungnya.
Pihak TMJ sendiri, secara keseluruhan mengerahkan 32 mobile rider. Sementara di Gerbang Tol Banyumanik, disiapkan enam unit pada entrance dan sembilan pada exit. Dimana masing-masing bertugas untuk melakukan transaksi kepada lima hingga sepuluh pengendara di tiap jalur. "Sehingga mempercepat antrean kendaraan," imbuhnya lagi.
Lebih lanjut, Fauzi menambahkan bahwa, situasi kondusif juga terpantau di Gerbang Tol Ungaran dan Bawen. Lewat keterangan Fauzi, antrean kendaraan hampir tak nampak pada kedua lokasi tersebut. Mayoritas pengguna jalan yang hendak menuju arah Solo, lanjutnya, lebih memilih menggunakan jalur tol fungsional.
"Kalau fungsional itu kan buka tutup karena masalah di Kali Kenteng hanya bisa satu jalur. Sehingga pada saat ditutup dialihkan ke gerbang tol Salatiga extension atau ke Bawen. Namun kenyataan, yang ada di lapangan, pemakai jalan lebih senang menunggu setengah jam pada saat penutupan untuk bisa melewati jalan tol fungsional menuju Solo," terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
