
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus SB
JawaPos.com - Kembali kepada sesuatu yang bersifat suci khususnya diri, berupaya menjadi mahluk ciptaan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya, lebih dalam dari itu adalah pengabdian kepada bangsa dan negara. Begitulah makna dari Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah, bagi Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus SB.
Menurut Jenderal bintang dua ini, Idul Fitri adalah puncak kemenangan, kesucian diri seseorang dari bagaimana manusia bisa memahami atau merefleksikan diri sepanjang bulan Ramadan, sebagai pintu awal untuk mencapai Idul Fitri atau kesucian diri sebagai seorang manusia yang sesungguhnya.
"Jadi kalau sebelumnya orang berpuasa, malah tambah tidak baik, berarti itu puasanya tidak benar. Mestinya, dia begitu setelah Ramadan, ibadah dia justru lebih bagus. Apa lagi ditambah, itu yang sebenarnya. Itu yang kita refleksikan kepada diri kita," jelas orang nomor satu di jajaran Kodam XIV Hasanuddin ini di Makassar, Senin (11/6).
Mengingat tahun-tahun sebelumnya, menurut Agus SB, refleksi untuk selalu menjadi manusia yang lebih baik tak pernah luput untuk dilakukan. Meningkatkan ketakwaan kepada sang pencipta, adalah modal utama untuk merubah diri.
"Beberapa puluhtahun yang lalu, saya rasa puasa justru sangat berbeda jauh sekali dengan tahun ini. Ternyata umur juga menentukan bagaimana tingkat kualitas beribadah kita. Itu juga yang saya selalu ingatkan kepada prajurit, bahwa momentum ini yang sangat bagus sekali. Saya selalu tekankan itu untuk semua prajurit," ucapnya.
Sehebat apapun seseorang, terkhusus prajurit kata Agus, sama saja tidak berarti apabila tidak diimbangi dengan kualitas iman yang baik. Ditahun ini diakui Agus, adalah momentum yang paling banyak ia habiskan untuk beriktikaf. Ia pun mewajibkan kepada seluruh prajurit dari berbagai satuan untuk mencoba melakukan hal yang sama.
Tujuannya lanjut Agus, seragam bagaimana prajurit bisa memahami kesucian Ramadan dan menyambut hari raya Idul Fitri dengan diri yang betul-betul suci. Begitupun tambahnya, pada puncak pelaksanaan Idul Fitri nanti, akan lebih banyak dihabiskan waktu untuk keluarga dan seluruh jajaran prajurit, serta elemen masyarakat untuk bersilaturahmi sebagai tujuan beribadah.
"Saya lebih banyak iktikaf, lebih banyak dan lebih bisa mengatur waktu itu, hikmah bagi saya. Dan bagi prajurit, juga saya wajibkan seperti itu. Salat berjamaah, sebagai sarana kita berkumpul dan berkomunikasi dilandasi dengan agama. Itu dilakukan berbagai satuan sampai ditingkat paling bawah," pungkasnya.
Pangdam pun menyampaikan, agar prajurit di jajarannya serta secara umum masyarakat lebih memaknai Idul Fitri dan bisa menjaga kedaulatan demi keutuhan negara Indonesia tercinta.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
