
Gelaran Safari Ramadan Padjoss Iftar di Kota Medan, Senin (11/6).
JawaPos.com - Sumatera Utara (Sumut) masuk dalam tiga besar provinsi dengan penyalahgunaan narkoba terbanyak di Indonesia. Muda-mudi masuk urutan teratas yang paling banyak menjadi korbannya.
Minimnya pemberdayaan muda-mudi, disebut menjadi salah satu faktor penyebabnya. Hingga hari ini, pemuda agaknya tidak memiliki banyak ruang untuk berkreatifitas dan membuat hal yang positif.
"Di Kota Medan saja yang cukup besar, kita kekurangan tempat unuk berkreasi. Kita berharap, pemerintah ke depan bisa mendengarkan aspirasi pemuda," kata Project Officer Safari Ramadan Padjoss Iftar Theresia Natalia Agustina Simatupang usai berbuka puasa dengan komunitas pemuda di Kota Medan, Senin (11/6).
Perempuan yang akrab disapa Tere itu mengatakan, narkoba menjadi perusak pemuda yang nomor satu. Narkoba bisa memperdaya pemuda untuk berbuat hal yang negatif.
Tere berharap, pemimpin yang akan memimpin Sumatera Utara bisa lebih peduli lagi terhadap persoalan pemuda. Pelibatan pemuda dalam pembangunan daerah begitu penting.
Di tempat yang sama, Ustaz Ade Darmawan yang didapuk sebagai penceramah dalam acara itu mengungkapkan, betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan Islam. Dia mengumpamakan, bagaimana sosok Tokoh Islam Sayyidina Ali yang berjuang demi kemajuan agamanya.
"Beliau juga pemuda. Kita harus mencontoh apa yang dilakukan Sayyidina Ali. Bagaimana dia memperjuangkan dan mengembangkan Agama Islam," katanya.
Dia juga mengapresiasi acara yang digelar oleh para pemuda di Sumut itu. Kata dia, itu bisa jadi langkah awal untuk kebaikan bangsa.
"Soekarno mengatakan , berikan sepuluh pemuda, maka dia akan menggncang dunia. Sebenarnya, pemuda adalah kunci majunya sebuah daerah," ungkapnya.
Dalam Pilgub 27 Juni mendatang , Ade berharap tidak ada pemuda yang tidak menggunakan hak suaranya (Golput). Apalagi, selama ini tingginya angka Golput juga didominasi oleh kaum muda.
"Kita butuh pemimpin yang merangkum kaum milenial yakni pemuda. Carilah pemimpin yang mau mendengar pemuda, yang mau tau apa kemauan pemuda," ujarnya.
Senada dengan Ade, Tere juga mengungkapkan, pemuda harus menjadi penentu dalam kemajuan bangsa. Angka Golput di Sumatera Utara juga harus diturunkan.
"Mari kita Anti Golput, karena pilihan hanya dua. Karena dua itu Asyik, sudah saatnya pemuda menjadi tolak ukur kemajuan daerah," pungkasnya.
Untuk diketahui, Medan menjadi kota terakhir gelaran Safari Ramadan Padjoss Iftar. Seperti biasa, acara itu diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari musik, tusyiah dan Stand Up Comedy. Berbagai komunitas mulai dari Medan Blues Society, Indonesia Drummer, fotografi, Metal, Sablon dan lainnya meramaikan acara yang digagas oleh Gerakan Berani Jalan itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
