
Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan unjuk rasa memprotes kebijakan uang pangkal yang ditetapkan pihak kampus, Kamis (7/6) sore.
JawaPos.com - Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan unjuk rasa memprotes kebijakan uang pangkal yang ditetapkan pihak kampus, Kamis (7/6) sore.
Bertempat di halaman rektorat kampus Sekaran, Gunungpati, aksi yang terjadi untuk kesekian kalinya ini berlangsung ricuh.
Suasana aksi protes itu bahkan terekam kamera video dan tersebar di sejumlah akun sosial media. Pada video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, nampak sekumpulan mahasiswa mencoba menghadang mobil yang diketahui dikendarai Rektor Unnes, Fathur Rokhman.
Dalam video tersebut terdengar pula teriakan yang menyebut ada seseorang terlindas. Julio Belnanda Harianja, salah satu mahasiswa peserta aksi, membenarkan bahwa protes tersebut masih terkait dengan aksi penolakan uang pangkal seperti hari-hari sebelumnya.
Julio menyebut uang pangkal di Unnes untuk mahasiswa jalur mandiri sebagai wujud komersialisasi pendidikan. "Itu kita tolak," ujarnya saat dihubungi, Kamis (7/6) petang.
Ia menerangkan, aksi itu untuk menolak uang pangkal yang besarannya ditentukan antara Rp 5 juta sampai Rp 25 juta. Padahal menurutnya, pada Penmeristekdikti Nomor 39 tahun 2017 ada kata 'dapat' yang sebenarnya pihak Universitas tidak harus mewajibkan adanya uang pangkal.
Kembali soal aksi tadi, Ia menyebut itu adalah yang keempat sejak Senin (4/6) kemarin. Setelah di hari sebelumnya juga ada protes berupa aksi diam. Aksi hari ini memanas sekitar pukul 17.00 WIB, dimana pada saat itu, menurut Julio, ada beberapa mahasiswa yang mencoba menghalangi mobil rektor tadi dengan cara berbaring di aspal.
"Teman-teman ada yang tidur dan duduk untuk menghalangi," ujarnya. Menurutnya, mereka nekat melakukan hal itu agar Rektor mau turun dari mobil dan menemui mereka langsung.
Dalam video memang terlihat ada mahasiswa dalam posisi terduduk ditarik menyingkir oleh petugas keamanan karena menghalangi mobil. Menurut Julio, ada perlakuan kasar saat menyingkirkan massa.
"Ada cewek yang diangkat-angkat kakinya. Mobil seharusnya berhenti, tapi malah tetap maju. Satpam dorong-dorong, kan bahaya. Memang jalannya pelan tapi nabrak-nabrak, seperti tank," terangnya.
Julio yang saat itu sebagai salah satu mahasiswa penghadang mobil, juga mengaku mendapatkan perlakuan tak manusiawi. "Saya duduk juga diangkut, kaki saya diangkat, tidak manusiawi," tegasnya.
Terkait kondisi mahasiswa di lokasi saat itu, memang tidak ada yang sampai terlindas tapi nyaris dan kejadian tadi menurutnya cukup membahayakan. Untuk mahasiswa yang terdorong mobil sampai tergeletak, Julio membenarkan. "Kalau terlindas tidak, tapi kalau nyaris iya," katanya.
Aksi yang dilakukan hari ini menurut Julio memang mendapat dukungan oleh mahasiswa dari beberapa kampus lain. Akan tetapi, ia menegaskan jika tetap yang melakukan aksi atas nama mahasiswa Unnes.
Sementara itu, Rektor Fathur Rokhman menanggapi aksi sore tadi mengatakan sebenarnya menghormati jika ada yang tidak sepakat dengan kebijakan. Namun, dalam rilisnya, ia menuliskan sangat menyayangkan jika hal itu disampaikan dengan pemaksaan kehendak dan tidak santun.
"Ketidaksepakatan itu harus disampaikan dengan santun, saling menghormati, dan tidak memaksa," tulisnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
