
Mantan napi teroris Abdurrahman Taib saat memberikan tausyiah di depan puluhan napi santri Pondok Pesantren At Taubah di Lapas Lowokwaru, Selasa (5/6).
JawaPos.com - Para narapidana (napi) santri yang ada di Pondok Pesantren At Taubah di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Lowokwaru mendapat tamu tidak terduga, Selasa (5/6). Mereka mendapat kunjungan dari mantan napi teroris dari Palembang, Abdurrahman Taib.
Laki-laki yang dulunya menjadi anak buah Noordin M Top itu memberikan tausyiah mengenai pengalaman hidupnya yang dulu sempat berada di jalan tidak benar. Hingga menjadi seseorang yang lebih baik seperti saat ini.
Pada kesempatan itu, pria yang pernah menjadi ketua teroris di Palembang itu menceritakan pengalamannya saat berjihad. Sekitar tahun 2004 lalu, dirinya berkenalan dengan seseorang yang berasal dari Singapura. Dia pun mendapat pemahaman banyak tentang jihad dari kenalannya tersebut.
"Banyak jelaskan masalah jihad. Karena saat itu saya kurang memahami jihad, akhirnya ilmu jihad yang disampaikan saya terima dan tidak pernah membantah," ujar laki-laki yang kini berusia 45 tahun itu.
Tidak hanya dari kenalannya itu saja, Abdurrahman juga mendapat beberapa masukan mengenai ilmu jihad dari orang lain. Bapak lima anak itu pun bersemangat untuk melakukan jihad versi teman-temannya tersebut.
"Ketika melakukan jihad, terbuka semua jaringan jihad, termasuk Noordin M Top. Dikasih wejangan," lanjutnya. Bahkan, dirinya juga sempat diajari bagaimana caranya membuat bom. Mulai dari yang model tupperware, pipa, dan lainnya yang tinggal divariasikan.
"Buat bom tidak sulit, bagi yang tahu. Yang tidak tahu ya sulit," ujarnya disambut gelak tawa napi santri. Dirinya pun sempat membuat lebih dari 25 bom pada saat itu.
Bahkan, dirinya juga pernah memimpin aksi bom di daerah Bukit Tinggi. Namun Tuhan berkehendak lain, aksi itu tidak jadi dilaksanakan. "Target kami waktu itu adalah bule-bule yang ada di cafe. Tapi ketika kami akan melakukan bom, ada seorang wanita berhijab masuk. Akhirnya tidak jadi. Dan itu sudah terjadi tiga kali berturut turut," kenangnya.
Setelah itu, pada 2008 dirinya kemudian ditangkap dan dijebloskan ke Lapas Merah Mata Kelas 1 A Palembang. Dia pun dikenai hukuman penjara selama 12 tahun. Pada saat berada di dalam itu lah, dirinya kemudian mencari jati diri dan belajar lebih banyak mengenai agama yang semestinya. Dia juga dibantu oleh Kalapas yang saat itu dijabat oleh Farid Juanedi.
Abdurrahman menyampaikan, dirinya mendapat perlakuan yang baik dari para petugas lapas, termasuk Kalapas. Hal itu lah yang membuat dirinya kemudian ingin berubah dan berjalan di jalan yang benar.
"Orang seperti kami (teroris) justru harus dilakukan dengan pendekatan, bukan malah dikucilkan. Itu membuat kami makin radikal dan bangga," ujarnya.
Sementara itu, terkait masalah terorisme, dirinya berharap bahwa napi atau warga binaan di Lapas Lowokwaru tidak terpapar oleh pemahaman-pemahaman masalah jihad yang tidak baik. Ketika mereka dipahamkan oleh masalah jihad itu mereka sudah punya bekal untuk memfilter bagaimana jihad yang sebaiknya.
Jadi ketika napi sudah dipahamkan dengan jihad, diberi pemahaman yang baik, mudah-mudahan dia tidak terpapar dengan pemahaman-pemahaman jihad yang keliru," paparnya.
Kalapas Kelas I Lowokwaru Farid Junaedi menyampaikan, pihaknya memang sengaja mendatangkan Abdurrahman untuk memberikan pemahaman mengenai jihad yang baik.
"Saya khawatir banyak orang tidak tahu bagaimana namanya jihad itu. Oleh karena itu sengaja datangkan mantan napi yang pernah berjihad," jelasnya. Hal itu juga dilakukan karena kekhawatirannya terhadap napi santri yang sedang semangat belajar agama, kemudian ada paham yang salah masuk.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022