
Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengapresiasi ketegasan dan integritas Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang mencopot Anwar Usman dari jabatan Ketua MK.
JawaPos.com - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengguruduk sebuah kantor media beberapa waktu lalu. Pemicunya adalah pemberitaan tentang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto menegaskan, statemen yang sempat dikeluarkannya terkait perataan kantor media bukan sebagai ancaman atau intimidasi terhadap media. Dia hanya ingin menyampaikan bahwa apa yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan kultur dari PDIP. DSelama ini, PIDP maupun kepolisian tidak bisa menahan gejolak dari grassroot terkait aksi tersebut.
"Kayak sampeyean nggak paham saja. Di PDIP, Megawati dianggap ibu. Kalau ibu dilecehkan, bisa marah rakyat. Rakyat PDIP maksud saya. Ya kalau Jateng sudah banyak pengalamannya. Saya tidak mengancam, tapi memberikan sinyal. Kayak gitu terjadi di Jateng, bisa seperti yang saya bilang (kantor bisa rata dengan tanah)," tegas Bambang saat ditemui JawaPos.com di sela pembagian KIP di Pendapi Gede, Balai Kota, Solo, Selasa (5/6).
Bambang memberikan pesan bahwa jangan mengganggu Megawati Soekarnoputri. Jika pemberitaan seperti di Bogor terjadi di Jateng, maka dia juga tidak bisa menjamin keamanannya. Sebab semua kader PDIP akan marah dan siap melakukan tindakan.
Jika itu terjadi, instruksi dari Bambang sebagai Ketua DPD pun sudah tidak digubris lagi. "Ibu Megawati itu ibunya anak-anak PDIP. Itu ibunya banteng. Kalau njenengan (Anda) lecehkan, mereka langsung bergerak. Kalau itu terjadi di Jateng, bisa parah, bisa rata dengan tanah kantornya," ucap pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu.
Bambang kembali menegaskan bahwa apa yang disampaikannya tersebut bukan ancaman atau intimidasi. Tetapi menjadi info mengenai kultur yang ada pada PDIP.
Bambang berharap kepada media meski dalam era kebebasan berpendapat, tetap berhati-hati saat memberitakan soal Megawati. Jangan sampai melecehkan atau membuat masalah. "Agar (media) lebih berhati-hati berurusan dengan Bu Mega. Kami nggak mau dicap sebagai anak durhaka, dan ini bukan mengancam," tegasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
