
INFLASI: Bahan makanan daging ayam turut memberikan dampak Inflasi di Kota Cirebon.
JawaPos.com – Menjelang Lebaran, komponen harga barang dan jasa di Kota Cirebon mengalami kenaikan. Sepanjang Mei 2018, Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,21. Demikian menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Ada tiga kelompok pengeluaran yang memberikan andil terhadap inflasi di Kota Cirebon. Adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,27 persen. Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Serta kelompok Kesehatan mengalami inflasi 2,24 persen.
Kasie Statistik Distribusi BPS Kota Cirebon Pepen Supena mengatakan, kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar inflasi adalah kelompok kesehatan sebesar 2,24 persen. Mengalahkan kelompok pengeluaran bahan makanan pokok.
"Pada Mei lalu memasuki bulan puasa, ada tiga kelompok pengeluaran penyebab inflasi. Tertinggi bukan bahan makanan pokok, tapi kelompok kesehatan. Utamanya kelompok kosmetik dan perawatan. Seperti shampo, odol dan sebagainya," kata Pepen, Selasa (5/6).
Dari empat sub kelompok kesehatan, hanya sub kelompok perawatan jasmani dan komestika saja yang mengalami inflasi sebesar 4,69 persen. Sementara untuk kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,27 persen.
Harga bahan pokok telur dan susu menjadi komoditas pemicu inflasi tertinggi kelompok bahan makanan sebesar 4,75 persen. Sementara sub kelompok daging ayam dan sapi banyak menyebabkan inflasi sebesar 2,32 persen.
Untuk Ikan segar hanya mengalami inflasi sebesar 1,24 persen. "Umumnya untuk kelompok bahan makanan mengalami inflasi. Kecuali sayuran dan makanan jadi mengalami deflasi," ulas Pepen.
Secara nasional, perkembangan ekonomi pada Mei 2018 atau bertepatan dengan Ramadan mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. Di level Jawa Barat mengalami inflasi 0,28 persen.
Pepen menyebutkan, tiga kelompok pengeluaran tidak terdampak inflasi. Dua di antaranya justru mengalami deflasi. Kedua kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok perumahan dan kelompok transportasi, komunikasi, jasa keuangan.
Kelompok perumahan seperti air, listrik, gas, dan bahan bakar saat Ramadan mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Lalu komoditas sandang mengalami deflasi 0,61 persen.
Untuk kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan pun mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. "Sementara kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan harga, atau masih stagnan," ujar pepen.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
