Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Juni 2018 | 12.40 WIB

Soal Terorisme Sasar Kampus, Ini Kata Mahfud MD

Mahfud MD usai menjadi pembicara dalam peringatan Nuzulul Quran 19 Ramadan di auditorium Al Jibra, kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin (4/6) malam. - Image

Mahfud MD usai menjadi pembicara dalam peringatan Nuzulul Quran 19 Ramadan di auditorium Al Jibra, kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin (4/6) malam.

JawaPos.com - Mewabahnya fenomena paham radikalisme yang menjalar hingga ke ruang-ruang civitas akademik, kampus menjadi perhatian serius untuk segera ditangani. Bukan tidak mungkin, apabila kondisi ini dibiarkan tanpa langkah antisipasi, maka secara perlahan akan semakin banyak orang-orang yang berada dalam lingkup kampus itu sendiri terpapar ideologi ekstrem terorisme.


Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD usai menjadi pembicara dalam peringatan Nuzulul Quran 19 Ramadan di auditorium Al Jibra, kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin (4/6) malam.


"Unsur-unsur radikal itu masuk di kampus sampai berkembang, masuk saja itu tidak boleh radikalisme. Apa lagi radikalisme yang sudah mengarah ke teror. Itu tidak boleh, harus ada langkah antisipasi supaya ini tidak bisa berkembang di tataran kampus," kata Mahfud.


Baru-baru ini, penangkapan terduga teroris di Universitas Riau (UNRI) menambah daftar panjang keterlibatan akademisi dalam aksi radikal. Satu mahasiswa Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung sebelumnya bahkan, terindikasi terlibat kelompok ISIS.


Menurutnya, gampangnya seseorang memanfaatkan arus informasi, menjadi salah satu faktor begitu cepatnya paham-paham terkait redikalisme yang berhujung pada aksi teror ini merebak. Apa lagi dalam tataran kampus, dinilai sebagai wadah yang paling aman untuk menyebar paham-paham kekerasan tersebut.


"Teror inikan adalah perkembangan dari sikap-sikap radikal. Yang terpenting adalah, kampus-kampus itu harus hati-hati karena sekarang ini, arus informasi gampang. Orang berkomunikasi dengan ideologi lain sangat gampang," ucapnya.


Oleh sebab itu, lanjut Mahfud, kampus-kampus seharusnya bisa melakukan antisipasi dini menjalarnya pola pikir hingga tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang banyak bahkan negara. Hal tersebut menurutnya, menjadi tugas mendasar dari setiap kampus-kampus yang ada.


"Kalau tidak ada ketahanan kampus, itu sangat berbahaya. Intinya kampus harus mempunyai ketahanan dirinya dan membangun ketahanan dirinya untuk menangkal radikalisme. Karena sekali radikalisme itu berhasil, maka itu bisa merepotkan kita semua sebagai bangsa," pungkas Mahfud.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore