
KELUARGA BW: Rofik, 36, saat bersama istrinya Surati, 35, dan anaknya saat ditemui di kediamannya, Senin (4/6).
JawaPos.com – Sepak terjang BW, terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88 Antiteror, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo, Solo, Senin (4/6) pagi diketahui masih misterius. Dulunya BW diketahui bukanlah sosok yang agamis. Bahkan yang bersangkutan dikenal sebagai seorang yang suka berjudi dan tidak mau menjalankan ibadah.
Namun kebiasaan buruknya tersebut berubah setelah sejumlah kakaknya terus menasihati BW agar mengerjalan salat. Hal itu diungkapkan oleh adik ipar BW, Rofik, 36, saat ditemui JawaPos.com di rumahnya di Dukuh Winong, Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Rofik yang rumahnya bersebelahan dengan rumah BW mengatakan, bahwa BW menjadi seorang yang agamis lebih kurang 7 tahun silam. Atau setelah dirinya menikahi adik angkatnya, Surati, 35. "Dulu orangnya ndugal (bandel) suka berjudi, kalau minum (miras) nggak suka. Tidak mau salat, dan kakaknya sering menasihatinya agar BW mau salat," ungkapnya.
Dan setelah mendapatkan nasihat terus menerus, akhirnya BW pun berubah. Perubahan itu terjadi sejak dirinya pulang merantau dari Jakarta. Bahkan, BW semakin rajin beribadah. Perlahan pun, cara berpakaian BW juga berubah.
Rofik mengatakan, bahwa BW biasa mengenakan celana cingkrang dan baju gamis. Termasuk juga saat bekerja. "Kalau orangnya biasa, masih bersosialisasi dan tidak ada perubahan sikap. Masih sama seperti warga lainnya. Kalau soal pakaian, kakak ipar saya itu memang suka mengenakan celana cingkrang dan gamis," ungkapnya.
Rofik juga tidak pernah menyangka jika BW terlibat dalam aksi teroris. Mengingat, selama ini BW tidak pernah menunjukkan gelagat aneh. Termasuk saat beribadah salat, BW juga salat di masjid sama dengan warga.
Mengenai aktivitas keseharian BW, Rofik mengatakan, BW selalu pergi pagi dan pulang sore. Namun menurut sepengetahuannya, BW pergi untuk mencari rongsok onderdil motor. "Dia kan biasa mencari onderdil kendaraan, jadi pergi pagi pulang sore. Dan setelah pulang duduk bersantai di sini, seperti biasa saja," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
