
ILUSTRASI Pengamanan berlapis akan diterapkan di kawasan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau usai adanya informasi rencana penyerangan oleh tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Universitas Riau (UR) belum lama ini.
JawaPos.com – Pengamanan berlapis akan diterapkan di kawasan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau usai adanya informasi rencana penyerangan oleh tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Universitas Riau (UR) belum lama ini.
Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Kordias Pasaribu kepada wartawan, Senin (4/6). Ditingkatkannya keamanan di gedung wakil rakyat itu cukup membuat anggota dewan dilema. Namun, itu salah satu langkah yang harus diambil mengingkat adanya ancaman aksi teror.
"Pertama tentu saya apresiasi kepada Densus 88. Artinya dengan informasi yang sangat akurat, pihak Densus 88 berhasil menggagalkan rencana teror. Sekaligus menangkap dan mengamankan bom yang sudah dirakit," ujar Kordias.
Ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan itu."Setiap orang yang masuk harus melaporkan identitas, harus juga melaporkan keperluannya. Seperti mau bertemu siapa dan berapa lama, serta dewan sepakat untuk tidak menutupi diri tapi dengan kondisi ini terpaksa harus," tuturnya.
Sebelumnya, tim Densus 88 dan Polda Riau mengamankan tiga orang terduga teroris berinisial Z alumni Pariwisata Fisipol UR tahun 2003, D alumni Administrasi Negara tahun 2001 dan K alumni Ilmu Komunikasi tahun 2013.
Tiga terduga teroris itu siap meledakkan empat bom yang telah mereka rakit di kantor DPR RI dan DPRD Riau. "Rencana akan kesitu dia Amaliah. Belum diketahui pasti apa sebab mereka mau meledakkan disana. Nanti kita tanya lebih jauh," ungkap Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang di Mapolda Riau, pada Sabtu (2/6) malam.
Beruntung aksi mereka berhasil digagalkan sehingga bom tersebut tidak jadi meledak. Oleh tim Densus 88 bom tersebut dibawa ke tempat yang aman kemudian dijinakkan. "Sumbu bahan peledak sudah kita cabut semuanya," terangnya.
Aktivitas ketiganya, sudah diketahui oleh tim Densus 88 sejak dua minggu yang lalu. "Semula akan dilakukan penangkapan Jumat tapi karena tidak dimungkinkan sehingga dilakukan hari Sabtu," terang Nandang.
Selain empat bom aktif, tim juga mengamankan barang bukti lainnya seperti berbagai bahan peledak yang digunakan pelaku untuk merakit bom. "Serbuk delapan macam, diantaranya serbuk yang sensitif meledak. Lalu ada dua busur panah, delapan anak panah dan senjata angin," sebut Nandang.
Bom aktif ini, imbuh Nandang, dirakit oleh ketiga pelaku di gedung sekretariat kelembagaan Fisipol UR. Mereka datang ke kampus tersebut sebulan yang lalu dan numpang tidur di mess Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Sakai.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022