
Manajer PLN Area Bontang, Poniman.
JawaPos.com - Masyarakat yang sering menjumpai penawaran berupa alat yang katanya bisa menghemat pemakaian listrk di ruma, diimbau untuk lebih waspada. Pasalnya, PT PLN (Persero) memastkan tidak pernah memproduksi dan memasarkan alat tersebut.
Penipuan berkedok penawaran alat penghemat listrik dengan oknum yang mengaku petugas PLN, makin marak di Bontang, Kalimantan Timur. Saat dikonfirmasi terkait kejadian ini, PLN Rayon Bontang menegaskan pihaknya tak pernah memproduksi dan memasarkan alat penghemat listrik.
Sehingga, PLN mengimbau agar masyarakat waspada terhadap taktik penipuan atau tindak kriminal lainnya.
"Kalau pelanggan merasa butuh alat itu dan tidak keberatan, ya silakan saja, karena mereka (sales yang menawarkan alat penghemat listrik, Red.) tidak pernah konsultasi dengan kami, tidak melapor juga ke kami," jelas Manajer PLN Area Bontang Poniman, dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Grup), Jumat (1/6).
Namun demikian Poniman mengatakan, selama masih dianggap menguntungkan bagi pelanggan dan tidak merugikan pihak PLN maka hal itu dianggap tidak menyalahi aturan. Tetapi memang para pelanggan diminta hati-hati.
Jangan sampai sudah menggunakan alat tersebut, biaya listrik justru masih sama seperti sebelumnya atau malah membengkak. "Jika memang tidak yakin maka bisa konsultasi ke PLN dulu," ujarnya.
Masyarakat juga diminta kritis, termasuk jika sales alat tersebut mengatasnamakan PLN. Masyarakat harus meminta kartu identitas bahwa yang bersangkutan pekerja di PLN.
Poniman juga mengatakan, jika mereka mengaku kerja sama maka harus dijelaskan kerja sama dalam bentuk apa. "Yang jelas kami tidak pernah produksi alat tersebut dan jika sudah membawa nama PLN bisa jadi pencemaran nama baik," ungkapnya.
Sebelumnya, di sejumlah grup WhatsApp ramai diinfokan bahwa ada rombongan sales produk penghemat listrik, Kamis (31/5) kemarin. Rachman, salah seorang warga di Kelurahan Gunung Telihan mengaku sempat didatangi sales tersebut.
Dia ditawari alat penghemat listrik. Sales itu juga mengatakan, penawarannya adalah atas imbauan dari PLN.
"Mereka juga mengaku banyak pejabat di Bontang yang pakai. Saya terus dibujuk. Awalnya harganya Rp 1 juta tapi katanya pelanggan nggak perlu bayar alatnya, cukup bayar administrasi Rp 300 ribu. Karena curiga, saya tetap tolak," kata Rachman.
Sementara itu, dari pantauan Bontang Post di grup WhatsApp perkumpulan warga Bontang Baru, terdapat member grup yang mengaku pernah menggunakan alat tersebut. Namun, ia tak merasakan pemakaian listrik di rumahnya menjadi lebih hemat, alias tak berpengaruh.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
