
PASAR MURAH: Masyarakat berduyun-duyun mendatangi Pasar Murah Ramadan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah.
JawaPos.com - Harga beberapa kebutuhan pokok di Kota Malang memang terpantau naik pada saat Ramadan ini. Antara lain seperti telur, bawang merah, dan daging. Pemerintah Kota Malang pun berupaya untuk mengendalikan ketersediaan serta harga bahan pokok tersebut, salah satunya dengan gelaran Pasar Murah Ramadan.
Pasar murah tersebut digelar selama dua hari, yakni tanggal 31 Mei dan 1 Juni. Tidak hanya kebutuhan pokok saja yang dijual, beberapa stan juga menjual kebutuhan sandang, hingga peralatan rumah tangga. Setidaknya ada sebanyak 58 peserta yang mengikuti Pasar Murah Ramadan yang digelar di jalan Gajah Mada tersebut.
Kepala Bagian Pengembangan Perekonomian Pemkot Malang, Rinawati, mengatakan, tujuan diadakannya pasar ini tak lain yakni untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau pada momen bulan puasa dan mendekati Idul Fitri.
"Pasar Murah Ramadhan ini juga dilakukan untuk mengendalikam stok ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasaran, sehingga tidak terjadi kelangkaan yang berimbas pada naiknya harga kebutuhan pokok," kata Rinawati di sela-sela kegiatan Pasar Murah Ramadan, Kamis (31/5).
Dia menjelaskan, peserta stan tersebut terdiri dari berbagai elemen dan stake holder yang meliputi distributor bahan pangan, pelaku usaha, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang, BUMD Kota Malang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Unsur Perbankan Kota Malang, BUMN serta organisasi sosial kemasyarakatan
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai stake holder dan siap untuk menggelar pasar murah untuk memfasilitasi masyarakat," imbuhnya.
Dalam Pasar Murah Ramadhan tahun 2018 ini, selain penjualan paket sembako murah, juga ada layanan penukaran uang baru, penjualan produk urban farming, penjualan paket lebaran, pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil dan pelayanan kesehatan gratis.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk datang dan memanfaatkan kesempatan pasar murah ini," kata dia.
Berdasarkan, data Bagian Pengembangan Perekonomian Kota Malang, Pasar Murah Ramadan yang digelar setiap tahun selalu membawa dampak positif kepada masyarakat dan juga para stakeholder yang turut serta.
Pada tahun 2016 lalu, pasar murah diikuti oleh sebanyak 28 peserta dengam omset sebesar Rp 396,8 juta. Sementara di tahun 2017, juga diikuti dengan jumlah peserta yang sama dengam omset sebesar Rp 305 juta.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto mengimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan momen Pasar Murah Ramadan tahun ini untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
"Di Malang, alhamdulillah harga relatif stabil. Adanya pasar ramadan ini agar lebih mempererat silaturrahim antara Pemkot dengan masyarakat, sekaligus syiar agama di bulan ramadan. Sehingha kelompok kurang mampu tetap bisa memenuhi kebutuhannya," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
