
Dua pendaki asal Sumsel saat mencapai puncak tertinggi Gunung Kilimanjaro, Afrika
JawaPos.com – Dua pendaki asal Sumsel yakni M A Bagusnata, 20, dan Muhammad Razaq, 21, akhirnya berhasil menaklukan Gunung Kilimanjaro dengan ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut di Tanzania, Afrika.
Dua pendaki yang merupakan mahasiswa Unsri ini pun bercerita pendakian tersebut tidak semudah yang dilihat di dalam televisi dan youtube. Banyak tantangan yang harus dilewati untuk menuju puncak Uhuru Peak. Salah satunya tantangan cuaca dan kabut.
Dikatakan Razaq, cuaca saat menuju puncak berubah drastis bahkan suhunya minus sehingga mereka berdua pun dilanda kedinginan hebat. Selain suhu udara yang dingin, kondisi kabut juga sedikit menghalau.
“Meskipun begitu, kami terus berupaya agar tetap sampai ke puncak dan berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak salah satu gunung tertinggi di dunia ini,” katanya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (26/5).
Dengan semangat tersebut, ia sangat bersyukur akhirnya mampu sampai ke puncak dalam kondisi sehat dan aman. Nantinya, pada saat turun gunung mereka akan melalui Mewka Gate. Ia berharap terus dalam kondisi sehat, aman dan lancar hingga kembali ke Kota Palembang.
“Kami mohon doanya agar selamat dan sehat sampai di Kota Palembang,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum Mafesripala, Rahmad Dwi Kurnia menambahkan nantinya setelah lebaran mendatang, pihaknya juga berencana untuk mendaki salah satu gunung tertinggi lagi yaitu Gunung Elbrus, Rusia.
“Insya Allah pendakian di Gunung Elbrus ini akan dilakukan tahun ini juga,” katanya.
Dengan berhasilnya dua rekannya tersebut mendaki Gunung Kilimanjaro diharapkan mampu menjadi pemompa semangat para anggota lainnya untuk menjadi atlet pendaki gunung.
“Saya sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih rekannya dalam menaklukan gunung tertinggi di dunia dan semoga ke depan lebih banyak lagi atlet yang dilahirkan,” tutupnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
