
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono
JawaPos.com - Remaja penghina Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), RJ, 16, telah dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Panti Sosial Marsudi Putra, Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur. Sehingga, anak di bawah umur itu tidak ditahan karena tindakannya yang melanggar hukum.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menerangkan, pemindahan tersebut didasari UU perlindungan anak dan UU sistem peradilan anak. Sehingga RJ, dititipkan ditempat khusus anak yang berhadapan dengan persoalan hukum
"Kita tempatkan di tempat anak yang berhadapan dengan hukum. Itu ada di daerah Cipayung, Jakarta Timur, di Panti Sosial Marsudi Putra, Handayani, Bambu Apus," kata Kombes Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/5).
Lebih lanjut Argo menjelaskan, RJ akan dikenakan pasal 27 ayat 4 jo pasal 45 UU no 19 tahun 2006 tentang UU ITE, ancamanan 6 tahun. Namun, jika mengacu pasal 32 UU sistem perlindungan anak dengan ancaman 7 tahun baru dapat dilakukan penahanan.
"Kalau mengacu pasal 2 ayat 32 UU tentang sistem peradilan pidana anak, bahwa didasari oleh itu maka dinyatakan bahwa penahanan terhadap anak hanya dapat dilakukan kalau anak itu berumur 14 tahun atau lebih, itu yang pertama. Kedua adalah anak tersebut mendapat ancaman pidana 7 tahun," ungkapnya.
Atas dasar itu pula, bocah berbadan kekar tersebut tidak akan di tahan. Karena ancaman pidana hanya di bawah 7 tahun. Meski demikian, Argo menegaskan kasus RJ tetap di proses sesuai aturan hukum yang ada.
"Kasus tetap kita proses. Kalau itu ancamannya di atas 7 tahun Bari dilakukan penahanan dan penahanan juga ada aturan teraendiri soal sistem peradilan anak itu ya," pungkasnya.
Sampai saat ini, pihak keluarga belum angkat bicara terkait kasus yang menimpa anak kesayangan itu. Sebelumnya, dalam akun instagram bernama @jojo_ismayaname, video berdurasi 19 detik itu menjadi viral seketika. Tanpa mengenakan busana, pemufis tersebut memegang foto Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan melontarkan hinaan bahkan ancaman.
Bahkan, dia menantang orang nomor satu di Indonesia itu untuk menemukan dirinya. Jika tidak ditemukan dalam 24 jam, maka dia menganggap Jokowi telah kalah dalam taruhan yang dibuatnya itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
