Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Mei 2018 | 00.01 WIB

Aksi May Day di Makassar Ricuh, 3 Mahasiswa Diamankan

Ratusan mahasiswa saat terlibat aksi saling dorong dan tarik di kolong Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, dalam peringatan, May Day, di Makassar, Selasa (1/5). - Image

Ratusan mahasiswa saat terlibat aksi saling dorong dan tarik di kolong Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, dalam peringatan, May Day, di Makassar, Selasa (1/5).

JawaPos.com - Aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh atau May Day di bawah kolong Fly Over Makassar, ricurh, Selasa (1/5). Aksi diwarnai saling dorong dan tarik antara mahasiswa dan petugas. Tiga mahasiswa juga diamankan.


Kericuhan berawal ketika sekelompok mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) hendak melalukan aksi bakar ban. Aksi kemudian dicegat anggota kepolisian.


Aksi saling dorong tak terhindarkan antara mahasiswa dan pihak kepolisian, sehingga menyebabkan 3 orang mahasiswa berhasil diamankan.


Ketiga orang itu adalah Taufiq Rama Wijaya, 22, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop Ujung Pandang, dan Abdul Gafur, 22, Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) Makassar. Keduanya merupakan massa dari LMND. Sementara seorang perempuan bernama Neda, 25, mewakili Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).


Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar Hasan mengungkapkan, setelah diamankan mahasiswa menjalani pemeriksaan urin di pos pengamanan polisi di kolong Fly Over. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah dalam aksi unjuk rasa May Day ini terdapat yang mengkonsumsi narkoba.


Alhasil, 2 dari 3 mahasiswa di lepas. Sementara salah seorang di antaranya masih ditahan karena urine positif diduga mengandung sat narkoba.


"TR, yang bersangkutan ditahan karena setelah diperiksa urinnya mengandung narkotika. Tapi pengakuan dia, katanya abis minum bodrex tadi malam," kata Anwar usai mengamankan mahasiswa itu.


Anwar mengaku, belum bisa memastikan sepenuhnya apakah kandungan dalam urine salah seorang mahasiswa itu betul-betul adalah sat narkoba atau tidak. "Kita masih dalami yang bersangkutan ini sesuai pengakuannya. Jadi sementara kita tahan dulu dan kita serahkan ke resnarkoba," terang Anwar.


Usai melepas kedua mahasiswa lainya, petugas pun kemudian menginstrusikan agar para peserta aksi untuk membubarkan diri. Tak lama berselang, ratusan pengunjuk rasa ini membubarkan diri dengan sendirinya.


Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore