
NYADRAN: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai melakukan tabur bunga ke makam kakeknya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati, Senin (30/4) sore.
JawaPos.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan tradisi nyadran yakni dengan mengunjungui makam (alm) kakeknya, Yosin, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati, Jalan Veteran No 8, Penanggungan, Klojen, Kota Malang, Senin (30/4) sore.
Hadi menyempatkan diri untuk mengunjungi makam kakeknya tersebut di tengah jadwal tinjauannya ke Kota Malang. Tradisi nyadran sendiri merupakan serangkaian budaya masyarakat Jawa untuk menyambut Bulan Puasa Ramadan.
"Kalau orang bilang Nyadran. Itu termasuk kewajiban," ujarnya usai melakukan tabur bunga ke makam kakeknya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati, Senin (30/4) sore.
Makam (alm) Yosin sendiri terbilang masih baru di area TMP. Pasalnya, makam tersebut baru saja dipindahkan dari Taman Pemakaman Umum (TPU) Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (27/4) lalu.
"Wafat sudah sejak tahun 1988, tapi baru dipindah hari Jumat (27/4) kemarin," kata pria asli Malang itu. Hadi menceritakan, ketika kakeknya wafat, saat itu dirinya masih berpangkat Letnan 2. Saat itu pula, Hadi melihat jika kakeknya mempunyai Bintang Gerilya. Di pemakaman pun diberikan tanda sebagai pejuang Kemerdekaan.
"Sehingga ketika saya menjadi Panglima TNI, seizin Dandim saya sampaikan apakah bisa dipindahkan makam kakek saya. Karena kalau saya datang (ke makam) pasti ditumbuhi rumput tidak terawat, ya mendingan saya titipkan ke negara saja kakek saya," papar dia.
Atas permintaan itu pula lah, kemudian makam sang kakek akhirnya bisa dipindahlan. "Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar. Kebetulan hari ini saya membuka latihan PPRC, ada waktu sebentar untuk menjenguk makam kakek saya," jelasnya.
Hadi memang merupakan salah satu cucu yang cukup dekat dengan (alm) Yosin. "Saya termasuk sering kumpul dengan kakek saya," ujarnya.
Dia menceritakan, kakeknya dulu termasuk orang yang tidak punya. Hidupnya pun di bawah kayu bambu. Kesehariannya, (alm) Yosin adalah sosok yang biasa mengurus masjid. "Sejak kecil saya sering tidur disitu dan memang ada nilai-nilai yang bisa saya terima adalah nilai kesabaran, bahwa hidup itu banyak ujian yang bisa kita nikmati dengan melaksanakan kebaikan," tuturnya.
Hal itu pula lah yang menjadi salah satu pedoman hidupnya hingga kini. "Nilai kesabaran, nilai sosial, saling menghargai kepada seluruh manusia dari golongan apapun. Itulah nilai yang saya ambil," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
