
Evakuasi: Sejumlah pawang tengah melakukan evakuasi terhadap buaya muara milik Kristanto, warga Mojolaban, Sukoharjo, Selasa (24/4).
JawaPos.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) mengevakuasi seekor buaya milik Kristanto. Dia merupakan warga Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo. Evakuasi dilakukan atas permintaan sang pemilik karena ukuran buaya semakin besar.
Proses evakuasi dilakukan tim ahli dari BSKD. Sejumlah personel dari Polsek Mojolaban dan TNI turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Proses evakuasi cukup menyita perhatian warga. Puluhan warga memadati lokasi kandang buaya yang berada tepat di bibir Sungai Bengawan Solo.
Sejumlah peralatan seperti tali, tongkat dan jaring dipersiapkan tim ahli. Pertama, tali ditempatkan ke dalam mulut buaya untuk mengamankannya. Setelah dirasa aman, sejumlah pawang buaya langsung mengikat mulut buaya menggunakan tali yang sudah dipersiapkan.
Dengan keahlian yang dimiliki, evakuasi buaya sepanjang 2,2 meter itu tidak butuh waktu lama. Hanya sekitar 30 menit buaya dengan berat lebih dari 100 kilogram itu bisa diamankan. Selanjutnya, buaya muara itu dibawa ke mobil operasional BKSDA.
"Evakuasi ini sesuai permintaan pemilik buaya. Ia tahu kalau buaya dilindungi setelah ada kasus buaya yang lepas beberapa waktu lalu," terang Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Jateng Agung Budi Riyanto kepada JawaPos.com usai melakukan evakuasi, Selasa (24/4).
Buaya tersebut akan dibawa ke tempat penangkaran milik Suryanto Arif Fatah di Banyumas. Sampai saat ini, di Jateng hanya ada satu tempat penangkaran buaya yang sudah mengantongi izin. Yakni, milik Suryanto.
Kapolsek Mojolaban AKP Priyono mengimbau kepada seluruh warga untuk melaporkan atau menyerahkan binatang peliharaan yang sekiranya dilindungi atau berbahaya. Tujuannya gua mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami berpesan kepada seluruh warga kalau punya hewan yang dilindungi atau berbahaya, segera diserahkan kepada pihak yang berwenang," imbau Priyono.
Sementara itu, Kristanto mengucapkan terima kasih atas evakuasi yang dilakukan. Selama ini, Kristanto mengaku khawatir dengan keberadaan buaya tersebut. "Selama ini memang belum ada yang menjadi korban. Tetapi saya khawatir. Makanya dengan evakuasi ini saya sangat berterima kasih," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
