
Ilustrasi Harimau Sumatera di habibatnya di kawasan hutan
JawaPos.com - Habibatnya terusik perambah hutan. harimau Kerinci turun gunung dan membuat resah warga. Hutan Renah Pemetik, Kecamatan Air Hangat Timur dan Lubuk Tabun Kecamatan Siulak Mukai, Kerinci, tempat habibat berkembangnya Harimau Sumatera, diketahui kini telah rusak akibat penambahan.
Imbasnya, binatang buas yang dilindungi ini mulai terusik, dan berkeliaran ke perkebunan dan pemukiman warga.
Warga yang beberapa kali menjumpai Harimau di perkebunan, membuat warga Renah Pemetik dan Lubuk Tabun m resah. Harimau berkeliaran hingga perkebunan warga Sungai Tembang.
Bukan hanya terlihat di perkebunan warga, dengan ditemukannya jejak, bahkan harimau juga sudah memangsa 4 ekor anjing milik warga setempat.
Imron, salah satu warga Renah Pemetik mengatakan warga bersama dengan tim Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci yang turun ke lapangan menemukan jejak yang diduga pijakan harimau sepanjang 10 - 11 cm.
"Iya, kita menemukan pijakan harimau di kebun warga," sebutnya seperti dikutip Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (22/4).
Diakui Imron, bahwa hingga saat ini warga Renah Pemetik masih ketakutan untuk pergi ke ladang, karena harimau masih berkeliaran. "Sudah beberapa hari ini, warga masih ketakutan untuk beraktivitas di ladang," sebutnya.
Ilham, warga lain meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada, karena harimau liar ini masih terlihat berkeliaran di perkebunan warga. "Masyarakat merasa risih dan takut, adanya harimau yang berkeliaran di perkebunan warga," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan BBTNKS Kerinci, Nurhamidi, dikonfirmasi membenarkan adanya harimau yang terlihat berkeliaran di perkebunan warga di Renah Pemetik.
"Iya ada laporan dari masyarakat, kita sudah turunkan tim sejak Senin (16/4) lalu, saat ini tim masih disana, kita belum bisa komunikasi dengan tim di lapangan, karena disana tidak ada sinyal HP," kata Nurhamidi, dihubungi via ponsel, Jumat (20/4) kemarin.
Nurhamidi juga membenarkan terganggunya habitat hutan akibat aksi perambahan oleh orang tak bertanggungjawa menjadi pemicu berkeliarannya harimau di perkebunan warga.
"Perambahan hutan yang berada dikawasan TNKS maupun diluar TNKS, membuat habitat harimau menjadi terusik. Untuk itu tim selain memasang perangkap, tim juga akan melakukan penghalauan harimau kedalam hutan, karena kebun warga dekat dengan hutan," terangnya.
Dia menghimbau kepada masyarakat untuk berhati - hati dan selalu waspada, karena habitat harimau sudah mulai terusik dengan adanya perambahan hutan. "Warga kita minta untuk tetap hati - hati," pungkasnya.
Kasi Perlindungan Pemberdayaan Masyarakat dan KSDA UPTD KPHP Unit I Kerinci, Ade, juga mengakui maraknya perambahan hutan di sejumlah lokasi di rendah pemetik, diantaranya seperti di lokasi hutan pungut mudik, Lubuk Tabun dan Sungai Kuning.
"Sebagian besar masuk dalam kawasan Hutan Produksi dan TNKS, perambahan hutan mayoritasnya untuk pembukaan lahan baru. Itu salah satu penyebab, Harimau turun ke perkebunan bahkan permukiman warga," jelasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
