
TERJARING. Pasangan bukan suami istri ini terjaring razia Satpol PP Kota Pontianak, Kamis (19/4) pagi.
JawaPos.com - Nasib sial menimpa pasangan yang sedang dimabuk asmara, MJ dan AL. Usai indehoy di sebuah kamar kos di Gang Abdul Samad, Jalan Perdana dan Gang Pertanian, Jalan Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara, mereka terjaring razia petugas gabungan yang melaksanakan penertiban pekat (penyakit masyarakat), pada Kamis (19/4).
Seperti biasanya, sebelum operasi penertiban pekat dimulai, terlebih dahulu petugas gabungan melaksanakan apel pengamanan petugas di Mako Satpol PP, sekitar pukul 05.00 wib. Setelah mendapatkan informasi dari intel tentang adanya rumah kos yang dihuni bukan pasangan suami-istri (pasutri), petugas gabungan bergerak ke lokasi.
Satu per satu pintu kamar kos diketuk. "Tok, tok, tok. Permisi, selamat pagi," kata salah satu petugas sambil mengetuk pintu, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Sabtu (21/4).
Namun, penghuni kamar yang pintunya diketuk tak membukakan pintu. Malah, penghuni berteriak, "Woi, ada apa?"
Pintu yang tak kunjung dibuka itu malah membuat petugas curiga. Petugas lantas mengintip dari celah ventilasi. Terlihat, seorang laki-laki dan seorang perempuan nyaris tanpa busana.
Diduga, keduanya usai melakukan hubungan suami-istri. Petugas kembali mengetuk pintu. Namun, lagi-lagi penghuni tidak menggubris ketukan pintu itu.
Akhirnya, pintu pun didobrak. Petugas mendapati seorang laki-laki di dalam kamar itu. Saat diperiksa identitasnya, diketahui ia berinisial MJ, warga Desa Amboyo Utara, Kabupaten Landak.
Rupanya, sikap tak kooperatif MJ ketika pintu kamar diketuk bukan tanpa alasan. Ia sedang menyiapkan strategi mengelabui petugas.
Agar tak terjaring razia, MJ menyembunyikan pacarnya, AL di dalam lemari. MJ yang merasa aman lantaran petugas hanya melihatnya seorang diri, mengira petugas tidak akan membuka lemari.
Namun perkiraan MJ salah. Petugas membuka lemari yang sudah ditutupnya rapat-rapat. Benar saja, petugas mendapati AL, warga Mandor Kabupaten Landak tanpa mengenakan celana sehelai pun, di dalam lemari itu.
"Saya masuk lemari karena takut. Tadi diarahkan sama cowok saya," kata AL kepada petugas.
AL lantas diperintahkan mengenakan pakaian lengkap. Pasangan yang diketahui berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Pontianak itu pun langsung digiring ke mobil Satpol PP.
"Saya masih kuliah semester empat, dan cowok saya semester empat juga," kata AL kepada Rakyat Kalbar sembari berjalan menuju mobil Satpol PP. Sepanjang perjalanan menuju Mako Satpol PP, AL terus menangis.
Razia rutin dari petugas gabungan Satpol PP Kota Pontianak, Polri dan TNI ini dipimpin oleh Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, Satpol PP Kota Pontianak, Nazaruddin. Nazaruddin mengatakan, razia rutin digelar untuk menekan angka pekat.
"Kegiatan ini dilakukan seminggu dua kali," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
