
Tim SAR gabungan saat mencari korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (10/4).
JawaPos.com - Pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang terjadi kemarin siang belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih menyusuri ke hilir wilayah Lamongan.
Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, MZ Budi Mulyono, pencarian terhadap korban tenggelam bernama Kastur, 53, warga setempat, hingga saat ini masih dilakukan.
Pencarian sendiri dilakukan bersama Tim SAR Gabungan Pemkab Bojonegoro, BPBD Bojonegoro dan Lamongan, KODIM 0813, Polres ,Brimob, Tagana, Salpol PP dan dibantu oleh Muspika serta warga masyarakat desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno.
"Hingga kini, korban tenggelam masih belum diketemukan. Masih dalam penelusuran Tim SAR sampai kehilir diwilayah Kecamatan Babat, Lamongan," ujarnya, Selasa (10/4)
Hal senada juga dikatakan, Kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo menyampaikan, Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan mengunakan tiga perahu karet dengan menyisiri Sungai Bengawan Solo wilayah Timur. "Pencarian terhadap korban yang tenggelam tersebut juga di bantu warga setempat," katanya.
Menurutnya, diperkirakan korban tengegelam di Sungai Bengawan Solo sudah terseret ke hilir jauh dari lokasi kejadian. "Tim SAR terus berupaya untuk melakukan pencarian terhadap korban tenggelam ketika mandi di sungai," katanya.
Dia menambahkan, Tim SAR gabungan mengalami kesulitan dalam pencarian korban tenggelam. "Tim SAR belum menemukan tanda-tanda koraban," tanbahnya.
Diketahui, korban dikabarkan hilang, pertama kali dilaporkan oleh Maslim saudara ipar korban. Maslim saat itu, sekitar pukul 11.30 WIB, menunggu korban yang sedang mandi dan cari kayu bakar di Sungai Bengawan Solo dekat rumah. Namun sampai pukul 15.00 WIB korban belum juga kembali.
"Setelah dicari, saksi mendapat kabar dari warga bahwa korban telah tenggelam di sungai," terangnya.
Sebelumnya, korban hendak ditolong saksi Nadi yang waktu itu berada dilokasi dan mengetahui korban tenggelam. Nadi berusaha menolong dengan cara memberi sebatang bambu panjang yang digunakan menambang pasir.
Namun, Nadi yang saat itu sedang menambang pasir secara tradisional itu, sudah tidak bisa menolong karena kondisi korban sudah lemah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
