Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 April 2018 | 17.40 WIB

Dampak Kebakaran Teluk Balipapan, 2 Nelayan Tewas, 2 Kapal Hangus

LAUTAN API: Kebakaran besar terjadi di kawasan Teluk Balikpapan sekitar pukul 11.00 Wita, juga menimpa sebuah kapal kargo batubara, Sabtu (31/3). - Image

LAUTAN API: Kebakaran besar terjadi di kawasan Teluk Balikpapan sekitar pukul 11.00 Wita, juga menimpa sebuah kapal kargo batubara, Sabtu (31/3).

JawaPos.com - Warga di sekitar Teluk Balikpapan harus ekstrahati-hati. Tumpahan minyak yang menyebabkan kebakaran hebat kemarin (31/3) belum sepenuhnya bersih. Puntung rokok atau percikan api lain bisa menimbulkan bahaya besar. Terutama bagi warga di Permukiman Atas Air, Margasari, dan Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat.


Warga di dua kampung itu sempat berada dalam bahaya. Tepatnya ketika perairan Teluk Balikpapan di dekat rumah mereka menjadi lautan api. Permukiman mereka selamat berkat kesigapan tim pemadam kebakaran gabungan.


Kebakaran besar itu dipicu tumpahan minyak yang kali pertama ditemukan pada pukul 02.00 Wita. Meski sejak pagi tim dari Pertamina terus melakukan pembersihan, api muncul di tengah laut pada pukul 10.30 Wita. Api tersebut menyebabkan dua kapal nelayan dan satu kapal kargo pengangkut batu bara, Ever Judger, ikut terbakar di tengah lautan.


Titik api pertama muncul sekitar pukul 10.30 Wita. Berada di tengah-tengah antara Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Awalnya hanya ada satu lokasi dengan kobaran api yang sangat besar. Asap mengepul hingga membuat langit gelap. Perlahan titik api bertambah menjadi tiga, lima, lalu enam, memanjang, membentuk garis lurus.


"Sedikit saja merembet ke sini, bisa habis rumah warga," kata Ketua RT 46 Kelurahan Baru Tengah Suryansyah kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group).


Meski api berhasil dipadamkan tengah hari kemarin, pihak berwenang meminta warga waspada. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Suryanto mengatakan, sisa-sisa bahan bakar yang tumpah masih ada di perairan. Termasuk di bawah rumah-rumah panggung warga yang berada di atas perairan.


"Makanya, kami juga mengimbau warga, khususnya di Kampung Atas Air, untuk waspada. Tidak membuang puntung rokok sembarangan. Takutnya, masih ada trap atau minyak-minyak yang terperangkap di bawah rumah sehingga menye­babkan sesuatu yang tidak diinginkan," kata Suryanto.


Suryanto belum bisa memastikan asal bahan bakar dan penyebab kebakaran. Pihaknya bersama dengan Pertamina masih melakukan penyelidikan. Tim penegakan hukum (gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sudah berada di Balikpapan untuk melakukan investigasi.


Sampai tadi malam, asal muasal minyak di perairan Teluk Balikpapan itu masih misterius. Menurut laporan warga, bau menyengat minyak tercium sejak pukul 02.00 Wita. Warga yang melihat ke bawah rumah mendapati benar bahwa banyak minyak yang sudah bercampur dengan air laut. Warga di kawasan Balikpapan Baru yang berjarak sekitar 4 kilometer dari perairan juga mencium bau itu.


Begitu mendapat laporan dari warga, Pertamina segera menerjunkan tim. Mereka menggunakan oil boom untuk membersihkan tumpahan minyak. Namun, ketika proses pembersihan berlangsung, tiba-tiba muncul titik api yang dengan sangat cepat membesar.


Dengan oil dispersant, tim pemadam Pertamina dengan dibantu tim gabungan terus berusaha memadamkan api. Saat api mulai mengecil, warga dengan menggunakan speedboat bahu-membahu memberikan pertolongan kepada kru kapal kargo batu bara Ever Judger. Kapal yang menyuplai batu bara untuk pembangkit listrik Tanjung Batu itu sempat mengalami kebakaran.


Sebanyak 17 kru kapal -semua warga negara asing asal Tiongkok- dievakuasi ke pelabuhan speedboat Kampung Baru. Sementara itu, sang kapten memilih bertahan di kapal. Sekitar pukul 11.30 Wita, kapal patroli keamanan laut (patkamla) Lamaru menjemput mereka untuk dibawa ke Posko SAR Pelabuhan Semayang.


"Total 18 orang. Yang kami bawa ini 16 orang. Sisanya, kapten masih di kapal dan satu orang dibawa ke rumah sakit," kata Letnan Karel Satriawan yang memimpin patkamla Lamaru.


Sementara itu, dua kapal kayu milik nelayan terbakar dan karam. Dua korban yang diduga sedang memancing tersebut tewas. Korban pertama hangus terbakar. Sementara itu, satu korban lain mengalami luka bakar di bagian kaki. Keduanya langsung dibawa ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo.


Minyak Bukan dari Pertamina

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore