
Tim gabungan Kecamatan Balikpapan Barat, kelurahan se-Balikpapan Barat, Satpol PP, Babinsa dan Bhabinkamtibmas saat melakukan razia yustisi dengan sasaran rumah pondokan dan hotel melati.
JawaPos.com - Aparat gabungan yang terdiri atas jajaran Kecamatan Balikpapan Barat bersama kelurahan se-Balikpapan Barat, Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, melakuian razia yustisi. Sasarannya rumah pondokan dan hotel melati di sejumlah kelurahan, di antaranya, Kelurahan Baru Ilir, Baru Tengah dan Margasari.
Satu persatu rumah pondokan dimasuki petugas, seluruh penghuninya dilakukan pemeriksaan identitas oleh petugas gabungan. Mereka yang beridentitas luar daerah langsung diberikan surat panggilan untuk mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di kantor Satpol PP, sebagai jaminannya identitas berupa KTP luar daerah ditahan sebagai barang bukti.
"Ini merupakan razia gabungan dengan sasaran rumah pondokan dan hotel, tujuan kita untuk mendata para pendatang yang ada di wilayah Balikpapan Barat dan belum melaporkan diri," terang Plt Camat Balikpapan Barat Edy Gunawan usai memimpin jalannya razia yustisi, sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Kamis (29/3).
Saat melakukan pengecekan di rumah pondokan kawasan Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, petugas mendapati satu kamar kos yang terdapat pasangan sejoli yang sedang asyik berduan di dalam kamar. Keduanya kaget setelah petugas gabungan datang melakukan pemeriksaan. Dari pengakuannya, pria yang berumur 60 tahunan dan wanitanya 20 tahunan ini mengaku sedang pijat.
"Dari pengakuannya mereka pijat, tapi tidak mungkinlah, di dalam kamar terkunci rapat berduaan saja lagi. Keduanya langsung kita bawa ke kantor," tegas Edy.
Usai dilakukan pemeriksaan oleh petugas di kantor kecamatan, keduanya diberi surat panggilan mengikuti sidang tipiring di kantor Satpol PP bersama belasan warga luar daerah yang terjaring sebelumnya. "Totalnya ada 17 warga pendatang dan satu pasangan sejoli yang kita amankan untuk mengikuti sidang tipiring nantinya," jelasnya.
Menurut Edy, razia seperti ini akan terus dilakukan agar kondusivitas Kota Balikpapan khususnya Balikpapan Barat selalu aman, terlebih menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur mendatang. Dia berharap masyarakat khususnya para ketua RT di lingkungan dapat memantau warganya serta mendata para pendatang yang tinggal berdiam di rumah pondokan di wilayahnya.
"Mari sama-sama kita menjaga keamanan dan kondusivitas di wilayah masing-masing, untuk pak RT selalu mendata warga pendatang yang berada di lingkungannya agar terdata," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
