
Ilustrasi
JawaPos.com - Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menginisiasi agar menjadi tuan rumah salah satu pertemuan resmi para delegasi negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI), saat pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) di gelar di Bali.
Total ada 57 negraa OKI yang akan hadir dalam pertemuan tahunan IMF-WBG di Bali tersebut. Pertemuan delegasi 57 negara inilah yang kemudian bisa dilangsungkan di NTB.
“Rencananya seperti itu. Delegasi dari berbagai negara OKI itu tidak hanya datang berwisata ke NTB. Tapi juga menggelar pertemuan resmi di sini,” kata Sekretaris Daerah NTB H Rosiady Sayuti seperti dikutip Lombok Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (3/3).
Secara resmi NTB memang telah diminta bersiap oleh panitia nasional Pertemuan Tahunan IMF-WBG tersebut. Pemprov pun telah resmi membentuk kepanitiaan yang diketuai Sekda NTB. Di dalamnya ada terlibat Bank Indonesia (BI) wilayah NTB, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Dinas Pariwisata dan pelaku pariwisata.
”Intinya untuk mempersiapkan sebaik-baiknya destinasi wisata yang akan ditawarkan ke delegasi,” kata Sekda Rosiady.
Terkait bentuk pertemuan formal negara-negara OKI di NTB, Rosiady mengatakan, masih terus dikomunikasikan dengan panitia nasional.
Sehingga, jika pertemuan itu bisa dilaksanakan, maka akan ada event meeting formal yang diselanggarakan di NTB. Sehingga para delegasi tersebut tidak hanya datang berwisata tetapi juga mereka mengadakan pertemuan resmi.
Mulai saat ini, NTB akan melakukan beberapa persiapan. Termasuk memastikan permintaan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan agar kawasan ekonomi khusus Mandalika sudah klir September mendatang. Terutama penataan pantai dan UMKM di kawasan tersebut.
Dengan estimasi 18-20 ribu delegasi yang akan hadir dalam IMF-WBG Annual Meeting 2018, paling tidak NTB bisa mendatangkan 6.000 sampai 7.000 delegasi untuk berlibur ke Lombok.
Salah satu kepastian yang dipertanyakan Menteri Luhut adalah persiapan untuk transportasi, bagaimana rencana membawa ribuan orang sekaligus ke Lombok. ”Itu tugas tim nanti untuk mendiskusikan,” kata Sekda.
Selain KEK Mandalika, beberapa lokasi yang akan dikunjungi juga adalah kawasan Senggigi, Gili Trawangan, Sembalun dan objek-objek wisata air terjun yang ada di Lombok.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Wahyu Yuwana Hidayat menyebutkan, akan ada 22 kepala negara, 189 gubernur bank central masing-masing negara, 189 menteri keuangan, dan lebih dari dua ribu pertemuan akan diselenggarakan.
Dengan kedetakan letak geogerafis antara Bali dan Lombok, maka akan banyak delegasi yang ingin berkunjung ke Lombok. ”Hal itu harus dimanfaatkan,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
