
Yuliadi, pejual es bara bere saat sedang menjalankan aksinya membuat racikan es
JawaPos.com - Kreativitas bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja, termasuk dalam menjalankan roda bisnis. Berbeda dari penjual es biasanya. Seorang pedagang di Kereng Bangkirai menjajakan es sambil berjoget dengan alunan lagu disko. Berperan sebagai DJ dalam melayani pelanggan, membuat es Bara Bere rasa DJ semakin dikenal.
Oleh: Apriando
Yuliadi, 20, tak menyangka jika kreativitasnya bisa berbuah manis dan mendatangkan banyak rezeki baginya. Berawal dari kesukaannya mendengar musik dan berjoget, Yuliadi mampu menarik ratusan pelanggan. Lelaki beranak dua ini kini mampu menjual 250 gelas dalam sehari.
Yuliadi mengatakan, dirinya pertama kali menemukan ide tersebut dari iseng-iseng dan keseruannya yang suka mendengar musik. “Dua tahun lalu, gerobak esnya pernah buka di Jalan Yos Sudarso depan Warnet Melati. Sudah banyak pelanggan, tapi belum memakai trik, hanya lagu-lagu disko saja,” ucapnya saat ditemui di tempatnya mangkal, belum lama ini, dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group).
Sekitar dua tahun berjualan di Jalan Yos Sudarso, akhirnya Yuliadi atau kerap disapa Maskot ini, pindah lokasi jualan ke Jalan Yos Sudarso depan Hotel Dandang Tingang.
Di tempat barunya, jumlah pelanggan semakin bertambah. Pengunjung akan semakin banyak yang datang ketika malam. Hampir 70 sampai 80 orang yang nongkrong di tempat tersebut. Karena tidak ada yang menangani masalah keamanan dan semakin ramai, ada ketakutan digunakan sebagai tempat nongkrong yang tidak baik. Akhirnya ia memilih menutup usaha tersebut.
Setelah menutup usahanya, ia mencoba bekerja di salah satu tempat penarikan motor, dengan hasil yang cukup menguntungkan. Itu dijalaninya selama dua tahun.
Selanjutnya, dirinya memutuskan untuk berhenti dan berniat menjadi seorang nelayan, memancing di Sungai Sabangau setiap harinya. Satu bulan berselang, terdengar berita buaya yang memakan manusia. Atas kabar tersebut, dirinya mengaku takut dan berhenti melakukan pencarian ikan.
Sambil merapikan pancingan dan melihat barang-barang bekas, dirinya membuka lemari dan melihat mesin cetak es penuh dengan lumut dan laba-laba. Munculah niat dan insipirasi dalam hatinya untuk kembali berjualan seperti dulu lagi, tapi dengan menampilkan sesuatu yang berbeda.
“Jika ini tidak rusak, aku akan kembali berjualan dalam jangka waktu tiga hari, membuat gerobak, menyiapkan bahan lainnya dan langsung berjualan,” tekad pria berambut kuning tersebut.
Setelah dibersihkan dan dicoba, alat tersebut masih berfungsi, sehingga dirinya kembali berjualan es seperti dahulu. Hampir satu bulan lebih berjualan, ternyata ada yang memvideokan dirinya dan meng-upload ke media sosial.
“Saya tidak menyangka akan banyaknya pelanggan yang datang, hanya untuk membeli es di sini,” ungkapnya.
Menurut Yuliadi, sebenarnya, dua tahun yang lalu hal itu pernah dilakukannya, hanya agak kurang skill dan kepandaian dari melempar batu es. Kemampuan ini sendiri bukan belajar dari orang lain, dikembangkan dari diri sendiri dengan irama dari musik.
Hanya sekadar iseng-iseng pertamanya, ketika sudah biasa menuangkan es batu dan membuat minuman, dirinya mencoba-coba melempar es batu ke atas.
Melihat orang tertawa dan senang itu, membuat dirinya juga bahagia. Hanya sekitar satu bulan lebih, pelanggannya mencapai ratusan dalam sehari. Terkadang saat melihat video dirinya sendiri, Yuliadi tidak menyangka akan adanya gerakan itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
