
Wisata GBK yang berada di Jorong Ngalau Indah Tahap I, Nagari Sungaikunyit Barat Kecamatan Sangir Balai Janggo (SBJ), Solok Selatan, Sumatera Barat
JawaPos.com - Selain terkenal dengan Seribu Rumah Gadangnya, Kabupaten Solok Selatan juga menyimpan banyak potensi wisata lain. Salah satunya Goa Batu Kapal (GBK) yang kini, juga telah menjelma menjadi destinasi wisata.
Goa yang berada di Jorong Ngalau Indah Tahap I, Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo (SBJ) itu, menyuguhkan fenomena geologi mempesona. Lokasinya pun tidak sulit dijangkau. Hanya sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Padang Aro, Solok Selatan.
Namun untuk sampai ke mulut goa, pengunjung mesti menyusuri jalan setapak melewati perkebunan sawit dan berjarak sekitar 250 meter dari tempat parkir yang disediakan pengelola. Suara riuh kelelawar dan gemericik air yang menetes di dinding goa membuat suasana alam semakin hidup.
Informasinya, meski keberadaannya telah diketahui sejak tahun 1984 silam, objek goa yang menawarkan keindahan ornamen khas stalaktit dari perut batu kapur itu tak pernah dilirik. Namun, lama kelamaan goa tersebut mendapat perhatian banyak warga.
Masyarakat setempat menamainya Goa Batu Kapal lantaran bentuknya menyerupai kapal. Hal ini ditandai dengan empat lorong batu kapur yang dikisahkan seumpama empat ruang kabin pada kapal.
"Saat pertama kali, lahan ini dibuka untuk perkebunan. GBK baru berkembang sebagai destinasi wisata sekitar 9 bulan belakangan ini," kata Camat SBJ, Muslim pada sejumlah wartawan, Sabtu (27/1).
Paska dibuka dan dibersihkan untuk dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata, hingga kini GBK tak pernah sepi pengunjung. Bahkan, selama libur lebaran lalu saja tercatat dikunjungi lebih 21.462 orang wisatawan dengan rata-rata 200 orang perharinya.
"Suatu hasil yang sangat memuaskan, mengingat objek wisata GBK ini baru di-booming-kan sejak Maret lalu 2017 lalu. Mereka yang datang itu mulai warga lokal hingga wisatawan luar daerah," terang Muslim.
Pengelolaan GBK saat ini berada di bawah kendali kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang melibatkan masyarakat sekitar. Dan pastinya telah mendapatkan dukungan penuh dari Pemda Solok Selatan akan pengembangannya.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan sendiri juga tengah serius mengembangkan destinasi wisata tersebut menjadi salah satu objek wisata unggulan. Hal itu dalam rangka mendukung pencapaian target pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang ingin mendatangkan 2 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia hingga tahun 2019 mendatang.
Target itu selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Solok Selatan yang fokus membangun daerah melalui pengembangan di sektor pariwisata.
Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria mengaku, Pemkab serius memajukan sektor pariwisata dalam mendukung pencapaian target pemerintah pusat tersebut. "Di Solok Selatan ada banyak destinasi wisata, mulai dari SRG, pemandian air panas Sapan Malulung, wisata air terjun, hingga yang teranyar keberadaan Goa Batu Kapal ini. Kita akan mendukung setiap pengembangan destinasi yang ada, mulai dari promosi hingga dari segi anggarannya," katanya.
Sekarang, Goa Batu Kapal telah menjelma jadi destinasi wisata unggulan di Nagari Seribu Rumah Gadang. Keberadaannya bahkan dilirik oleh Komunitas Geopark Ranah Minang (GRM) untuk diteliti. Hasil kajian itu nantinya bakal jadi bahan bagi Goa Batu Kapal dapat dijadikan Geopark Nasional.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
